Oleh-oleh Dari Hong Kong, Ke Hong Kong, Datanglah ke Victoria Peak (Bagian 1)

Gambar

PEAK TOWER – Saya berdiri di dekat pagar pembatas kawasan Peak Tower di Victoria Peak, Pulau Kowloon, Singapura, Jumat (13/5/2012). Dari tower ini, saya bisa menyaksikan dengan jelas pemandangan Pulau Kowloon. (foto: akhmad junaidi siregar)

Gambar

BAGIAN DEPAN PEAK TOWER – Saya berdiri di pintu masuk bagian depan kawasan Peak Tower di Victoria Peak, Pulau Kowloon, Singapura, Jumat (13/5/2012). Dari tower ini, saya bisa menyaksikan dengan jelas pemandangan Pulau Kowloon. (foto: akhmad junaidi siregar)

PADA tanggal 12-15 Mei 2011 lalu, saya berkesempatan berkunjung ke Hong Kong. Kunjungan ini atas undangan maskapai Air Asia berkaitan dengan peluncuran rute Medan-Hongkong.

Selama di Hongkong, saya mengunjungi beberapa tempat wisata di dua dari tiga pulau besar Hongkong. Selama di Hongkong, saya menginap di hotel The Kowloon Hotel di kawasan Tsim Sha Tsui, Pulau Kowloon. Apa saja oleh-oleh yang saya bawa dari Hong Kong? Berikut liputannya.

Apa sih yang menarik dari pariwisata Hong Kong, atau destinasi apa yang wajib yang wajib dikunjungi pertama sekali ketika sampai di Hong Kong? Ribuan atau bahkaan jutaan turis domestik dan mancaneagara yang telah datang ke Hong Kong tentu saja sepakat jika Victoria Peak adalah yang menarik dan jadi destinasi utama. Saya berkunjung ke Victoria Peak pada Jumat (13/5/2011). Saya  dipandu oleh seorang tourist guide dari Hong Kong Tourism Board (HKTB) asal Indonesia, Carolus Chui.

Dari hotel, saya menggunakan bus pariwisata yang sudah di carter seharian penuh. Tujuan pertama adalah Victoria Peak. Secara geografis, Victoria Peak atau dikenal juga sebagai The Peak (bahasa Indonesia: Puncak Victoria) adalah sebuah gunung di Hong Kong yang terletak di Pulau Hong Kong (Hong Kong Islan) atau di bagian barat daya Hong Kong. Ada tiga pulau besar yang terdapat di Hong Kong. Selain Pulau Hong Kong, ada Pulau Kowloon dan New Territories. Pulau Hong Kong memiliki luas 230 kilometer persegi dan 286 pulau.

Gambar

PENCAKAR LANGIT – Ribuan gedung pencakar langit di Pulau Hong Kong dan Pulau Kowloon bisa disaksikan dari Peak Tower. Walaupun cuaca sangat berawan, angin kencang plus berkabut, saya tetap saja terpesona. Foto diambil Jumat (13/5/2012). (foto: akhmad junaidi siregar)

The Peak berada pada ketinggian 372 meter di atas permukaan laut. Gunung ini adalah gunung tertinggi dari puluhan gunung yang ada di Pulau Hong Kong. Dari tempat saya menginap di The Kowloon Hotel, perjalanan bisa ditempuh sekitar 45 menit dengan menggunakan bus, MTR (sejenis MRT di Singapura) ataupun Peak Tram. Jika menggunakan Peak Trem, pengunjung bisa datang ke kawasan Cenral. Perjalanan menggunakan Peak Tram dari Central menghabiskan waktu sekitar 10 menit. Namun, saya tak menggunakan Peak Tram untuk menuju Victoria Peak, melainkan menggunakan bus pariwisata.

Untuk tiba di Pulau Hong Kong, saya melalui terowongan yang membelah Selat Victoria. Secara pribadi saya kagum melihat terowongan sepanjang dua kilometer ini. Sebelum terowongan yang dibangun tahun 1969 ini selesai, pengangkutan menuju Pulau Hong Kong dari Pulau Kowloon harus ditempuh dengan menggunakan feri. Sepanjang perjalanan, saya melihat banyak kamera CCTV yang dipasang di dinding terowongan. Hmmm, aman betul jadinya. Di mana-mana, ada kamera mengintai. Hihihihi

Victoria Peak (The Peak) adalah salah satu objek wisata yang paling populer di Hong Kong. Carolus Chui mengatakan, setiap tahunnya, enam juta orang dari berbagai belahan dunia datang mengunjungi The Peak. Hal yang menarik turis datang ke The Peak adalah pemandangannya yang indah mencakup Pulau Hong Kong dan Semenanjung Kowloon. Lokasi The Peak ini sebenarnya juga merupakan tempat tinggal elit atau orang-orang kaya di Hong Kong. Ketika masih dalam jajahan Inggris, kawasan Pulau Hong Kong dan The Peak adalah tempat tinggal orang-orang Inggris. Mereka (orang-orang Inggris) tidak mau bergabung dengan orang-orang Hong Kong yang mendiami Pulau Kowloon.

Di The Peak, berbagai fasilitas dibangun untuk memanjakan para pengunjung (turis) yang datang. Sebut saja Peak Tower. Peak Tower adalah sebuah menara di Victoria Peak yang juga menjadi pemberhentian paling atas dari Peak Tram. Kata Carolus, perancangnya menginginkan desain yang secara jelas menarik perhatian namun tidak mengganggu pemandangan sekitar. Adalah arsitek Terry Farrell merancang menara ini dengan bentuk wajan (setengah lingkaran dengan sisi lurus di bagian atas) dan memiliki tujuh lantai dengan total luas 10,400 m².

Gambar

THE PEAK – Inilah The Peak (Peak Tower), sebuah menara di Victoria Peak yang juga menjadi pemberhentian paling atas dari Peak Tram. Arsitek Terry Farrell merancang menara ini dengan bentuk wajan (setengah lingkaran dengan sisi lurus di bagian atas). Foto diambil Jumat (13/5/2012). (foto: akhmad junaidi siregar)

Dari kawasan Peak Tower, saya bisa menyaksikan dengan jelas pemandangan Pulau Kowloon. Ribuan gedung pencakar langit di Pulau Hong Kong dan Pulau Kowloon bisa disaksikan dari Peak Tower. Walaupun cuaca sangat berawan, angin kencang plus berkabut, saya tetap saja terpesona.

Beberapa atraksi yang bisa dinikmati di Peak Tower adalah Ripley’s Believe It or Not! Odditorium (namun atraksi ini sudah tutup karena minim peminat), Hong Kong’s Historical Adventure, dan museum patung lilin Madame Tussauds. Saya sendiri sempat menikmati Madame Tussauds.(Bersambung)

About these ads

14 responses to “Oleh-oleh Dari Hong Kong, Ke Hong Kong, Datanglah ke Victoria Peak (Bagian 1)

    • betul bang banyak tempat-tempat yang jauh lebih bagus di negara indonesia terlebih di daerah sumatera utara ini,tapi sayang ga profesional para pengelolanya. tunggu abang lah nanti jadi gubernur sumut baru bisa dikelola dgn baik bang
      hehehhe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s