Oleh-oleh Dari Hong Kong, Tawarlah Hingga 70 Persen Saat Belanja di Ladies Market (Bagian 4)

This slideshow requires JavaScript.

HONG KONG, layaknya kota-kota besar lainnya di dunia, seperti Singapura ataupun Kuala Lumpur, juga memiliki banyak pusat perbelanjaan yang memajang aneka produk bermerek terkenal maupun produk-produk yang tidak bermerek dan berharga murah.

Jika ingin mendapatkan produk bermerek misalnya kemeja Mark and Spencer, Polo, ataupun Bossini, turis bisa mendatangi Harbour City yang terletak di daerah Tsim Sha Tsui di Pulau Kowloon. Jika ingin mendapatkan produk-produk murah yang sekaligus dijadikan sebagai souvenir, bisa datang ke Pasar Malam Ladies Market. Saya dan teman-teman berkunjung ke Ladies Market di hari ketiga di Hong Kong, Sabtu (14/5/2011). Perburuan di Ladies Market dimulai pukul 11.00 waktu setempat.

Secara geografis, Ladies Market terletak di Sai Yeung Choi Streeet, Mongkok, Pulau Hong Kong (Hong Kong Island). Kehadiran Ladies Market tak bisa dipisahkan dari cerita kehidupan malam Hong Kong itu sendiri. Kehidupan malam di Hongkong, memang menawarkan pemandangan yang lebih beragam. Jika ingin berbelanja pada malam hari, maka mendatangi Ladies Market di kawasan Mongkok adalah pilihan yang tepat.

Kawasan ini penuh dengan pedagang yang berjualan di bawah tenda. Suasana Ladies Market ini mirip seperti kawasan Blok M Jakarta. Mereka (pedagang) hanya membuka dagangan pada sore hari hingga menjelang tengah malam. Yang membuat beda Ladies Market ini adalah kebersihannya. Karena dengan bersih, para pembeli pun merasa nyaman dan betah berlama-lama menyusuri lorong demi lorong di pasar malam ini.

Jangan terkecoh dengan nama Ladies Market. Sekilas, jika diperhatikan dari artinya, orang-orang yang masih baru bisa saja berpikit, ini adalah Pasar Perempuan, atau tempat yang menyediakan perempuan-perempuan yang bisa diajak “begituan”. Pasar malam ini ternyata tak hanya menjual barang-barang untuk perempuan. Layaknya pasar malam yang biasa dikunjungi turis, Ladies Market menjual beragam barang, termasuk aneka cenderamata khas Hongkong. Ada gantungan kunci, baju sutra, tas, kaos berlogo Hongkong, pashmina, mainan anak-anak, sepatu dan lainnya.

Agar tak tersesat (maklum, Ladies Market ini cukup luas, luasnya hampir sama dengan Pasar Petisah di Medan), saya dan teman-teman membuat titik pertemuan di depan sebuah fashion outlet bernama Izzue. Letak Izzue ini ada di persimpangan. Artinya, saya dan teman-teman bebas berbelanja kemana saja, tetapi pada pukul 16.00 waktu setempat, kami kembali bertemu di depan Izzue.

Seperti halnya di Blok M Jakarta, maka kemampuan memilih barang dan menawar harga adalah seni yang sangat dibutuhkan ketika berbelanja di Ladies Market. Tour Guide saya, Carolus Chui dari Hong Kong Tourism Board (HKTB) menganjurkan agar memberikan penawaran harga sampai setengah dari harga yang ditawarkan pedagang, bila perlu sampai 70 persen. Misalnya, jika harga yang ditawarkan 100 dolar Hongkong, maka tawarlah hingga menjadi 30 dolar Hongkong.

Pada akhirnya, kita memang harus siap mendengar celoteh marah si pedagang dalam bahasa Kanton. Lalu ada juga produk yang dijual dengan sistem paketan dan biasanya harganya ditampilkan (display) seperti t-shirt, jam tangan cincin dan gantungan kunci. Misalnya beli satu unit harganya 25 dolar Hong Kong, tetapi kalau beli lima unit bisa dapat 100 dolar Hong Kong. Jadi kita bisa menawar hingga enam unit, syukur-syukur bisa dapat tujuh unit.

Saya sendiri mencoba membeli beberapa produk di sejumlah kios di Ladies Market. Gantungan kunci misalnya, dari penawaran pedagang senilai 130 dolar Hong Kong untuk enam unit, saya tawar hingga 35 dolar Hong Kong. Semula si pedagang kaget dengan penawaran yang saya ajukan. Tapi mengingat pesan Carolus, saya santai saja. Si pedagang kemudian memberikan penawaran baru seharga 100 dolar Hong Kong, tetapi saya bertahan di angka 35 dolar Hong Kong. Sama seperti pedagang-pedagang kebanyakan, dia (pedagang gantungan kunci) tersebut meminta saya menaikkan sedikit saja. Agak kasihan, saya naikkan satu dolar menjadi 36 dolar Hong Kong. Si pedagang tak mau, dan memberikan penawaran baru seharga 80 dolar Hong Kong. Saya geleng-geleng kepala dan bersiap-siap untuk pergi meninggalkan kios tersebut. Saya berbalik dan kemudian berjalan beberapa meter, saya berharap bisa dipanggil oleh si penjual. Eh benar saya, dia memanggil saya dan setuju dengan harga 36 dolar Hong Kong.

Menurut Carolus, harga rata-rata satu paket gantungan kunci dengan isi enam unit adalah antara 40-45 dolar Hong Kong. Jika pada akhirnya saya bisa menawar hingga 36 dolar Hong Kong, adalah sesuatu yang cukup luar biasa.

Saya memang tidak hanya membeli satu barang. Di kios lain saya membeli sebuah plakat berbentuk bumi yang ada peta Hong Kong nya. Di kios saya datangi pertama, harga yang ditawarkan 120 dolar Hong Kong. Kemudian saya tawar hingga menjadi 25 dolar Hong Kong. Kemudian si pedagang mengajukan penawaran baru menjadi 110 dolar Hong Kong dan 90 dolar Hong Kong. Saya bergeming dan tetap di angka 25 dolar Hong Kong.

Saya kemudian pura-pura pergi dan berharap dipanggil kembali, eh ternyata tidak. Dalam hati saya berpikir, barangkali modalnya saja pun tak cukup 25 dolar Hong Kong. Tak putus asa, di kios yang lain saya cari barang yang sama. Tapi harga pembuka yang ditawarkan lebih mahal, 130 dolar Hong Kong. Saya tawar menjadi 25 dolar Hong Kong. Si penjual tak mau dan menawarkan harga 110 dolar Hong Kong. Karena di kios pertama tak berhasil, saya naikkan sedikit di harga 30 dolar Hong Kong. Si penjual dua kali menawarkan harga baru hingga menjadi 90 dolar Hong Kong, saya tetap tak mau. Saya pura-pura pergi dan akhirnya dipanggil kembali. Sekilas saya lihat raut wajah si penjual agak kerut. Tapi saya senyum saja.

Menurut Carolus, jangan ragu untuk meninggalkan kios, jika penawaran tidak cocok. Dikatakannyas, semua produk yang dijual di kios-kios di Ladies Market berasal dari satu pemasok (toke). Jadi bila tidak berhasil di kios yang saja, pindah saja ke kios yang lain. Harga penawaran bisa saja berbeda, tetapi produknya sama semua.

Meski pun Bahasa Inggris menjadi bahasa yang umum digunakan di Hong Kong, namun tidak semua pedagang bisa berbahasa Inggris dengan baik. Di sisi lain, tidak semua pembeli bisa berbahasa Kanton. Karena itu, untuk mengatasi kendala ini, kalkulator menjadi alat yang ampuh. Si penawar memencet angka di kalkulator dan menunjukkannya ke kita. Tak cocok, dan kita diminta memberikan penawaran, maka angka yang penawaran pertama akan dihapus si pedagang. Kalkutor diberikan ke kita dan kita diminta memencet angka penawaran. Demikian seterusnya sampai ditemukan harga yang cocok.

Di kawasan Mongkok ini, selain Ladies Market, ada juga ratusan kios yang menjual produk-produk yang bermereks dan harganya ditampilkan (display). Di Market memang ada beberapa produk yang memiliki display harga dan bisa ditawar. Tetapi jangan harap bisa melakukan penawaran di ruko-ruko di sekitar Ladies Market. Karena sudah ada display harga, maka kita harus membeli senilai harga yang ada di display. Bedanya, untuk produk-produk yang dijual di ruko, pembeli memberikan fasilitas diskon. Misalnya beli satu gratis satu. Tapi itupun beberapa produk tertentu saja.

Di kawasan Mongkok ini pula, para penggemar makanan China dapat memanjakan lidahnya. Puluhan ruko di seberang Ladies Market menawarkan beragam makanan yang dipajang dalam etalase. Ada kue, dan aneka olahan dari daging serta sea food. Jika berminat, kita tinggal tunjuk dan pedagang akan segera menyajikannya. Santaplah saat itu juga. Bisa menyantapnya saat mencari-cari barang di Ladies Market. Beberapa tempat memang menyediakan meja kursi ala kafe pinggir jalan.(Bersambung)

9 responses to “Oleh-oleh Dari Hong Kong, Tawarlah Hingga 70 Persen Saat Belanja di Ladies Market (Bagian 4)

  1. hemmmmmmm menarik sekali bro….! klo liburan ke hongkong bareng bro saja yah biar sama sama nawar soalnya awak dah taruma nawar menawar karna sering di maki si pajak SAMBU

  2. Mohon dibantu yang tahu No Hp.Mr. Carolus Chui, sepertinya guide ini sangat favorit, krn terkenal kebaikannya dan paham suasana Hongkong serta fasih ber bahasa indonesia. Tlg diinfo ya.T.kasih

    • Saya sebenarnya tak ada nomornya. Tapi saya bisa berikan nomor teman saya di Air Asia. Dia yang punya nomor Carolus Chui. Nanti saya cek begitu sampai di rumah. Jika saya lupa, tolong diingatkan lagi ya

      • T.kasih Pak Purba, kebetulan ada rencana liburan Imlek ini ke Hongkong, kalau ngak keberatan di sms aja nanti nomor Hp temannya yang di Air Asia pak, no Hp.saya. 08126506331.T.kasih

    • Pagi Pak Purba, sekedar mengingatkan, mohon diinfo nomor Hp temannya yang di Air Asia, ditunggu infonya.T,kasih atas bantuannya.

  3. wah..gile banget nawar harganya yah? thanks buat tipsnya…soalnya kalau bepergian minimal beli oleh2 gantungan kunci 2 lusin..brarti intinya tebal muka dan nawar sesadis mungkin yah? .heheehhe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s