Oleh-oleh dari Hong Kong, Naiki 268 Anak Tangga Menuju Giant Budha (Bagian 7)

IKUTI RITUAL – Saya mengikuti ritual para biksu di depan Giant Budha, Ngong Ping Village, Pulau Lantau, Minggu (15/5/2011). Giant Budha adalah satu dari beberapa objek wisata di Ngong Ping Village.(foto: akhmad junaidi siregar)

MASIH di hari Minggu (15/5/2011). Setelah sampai di Ngong Ping Village di Pulau Lantau, saya melanjutkan perjalanan ke objek wisata utama di daerah ini, yakni Giant Budha atau Tian Tan Bidha Statue. Setelah 15 menit menempuh perjalanan menggunakan cable car (kereta gantung) dari Tung Chung atau setengah dari total 5,7 km jarak tempuh, maka kita sudah bisa melihat Giant Budha dari kejauhan atau dari dalam kereta.

DARI KEJAUHAN – Giant Budha bisa dilihat dari kejauhan atau dari dalam cable car (kereta gantung). Giant Budha adalah satu dari beberapa objek wisata di Ngong Ping Village. Foto diambil Minggu (15/5/2011). (foto: akhmad junaidi siregar)

Kereta terus melaju hingga 5,7 km atau sekitar 25 menit. Saya pun tiba di pemberhentian terakhir cable car di Ngong Ping Village. Dari pemberhentian terakhir ini, saya melanjutkan perjalanan menuju Giant Budha dengan berjalan kaki. Saya tiba sekitar pukul 10.00 WIB dan saat itu cuaca sedang panas-panasnya. Syukurlah saya sudah memakai sunblock sejak dari hotel. Untuk “pertahanan” diri, saya juga memakai kaca mata hitam agar tak terlalu silau, plus sebuah payung yang saya pinjam dari pengunjung lain. He he he. Untuk sampai di areal Giant Budha, saya harus berjalan kaki sekitar 30 menit. Sepanjang perjalanan, di kiri kanan, ada banyak kios-kios yang menjajakan makanan, minuman maupun cenderamata.

Giant Budha adalah patung Budha raksasa yang terbuat dari perunggu seberat 250 ton yang melambangkan hubungan rukun manusia, alam, orang dan agama. Tinggi patung ini 34 meter dengan posisi duduk di atas teratai. Menurut warga setempat, pada saat kondisi cerah, Giant Budha bisa terlihat dari Macau. Pembangunan patung ini selesai pada tahun 1993 dengan perkiraan total biaya pembangunan mencapai 68 juta dolar AS.

Untuk menuju ke dudukan Budha, saya harus menaiki tanggal sebanyak 268 anak tangga. Mungkin, karena sudah tua (hehehe) atau tak pernah olahraga, saya merasa kelelahan saat naik tangga. Saya harus berhenti sebanyak tiga kali untuk beristirahat dan mengambil tenaga. Saya sempat malu sendiri saat melihat biksu-biksu dan kaum perempuan yang sudah tergolong tua, tetapi tidak ngos-ngosan saat menaiki anak tangga. Setelah menempuh waktu selama sekitar 20 menit, akhirnya saya sampai di Giant Budha.

268 ANAK TANGGA – Saya harus menaiki 268 anak tangga sebelum sampai di Giant Budha, Minggu (15/5/2011). Saya berhenti tiga kali untuk istirahat dan mengambil tenaga sebelum sampai ke puncak. (foto: akhmad junaidi siregar)

GIANT BUDHA – Saya berpose di depan Giant Budha, Minggu (15/5/2011). Di samping Giant Budha ini terdapat enam buah patung perunggu yang lebih kecil,yang disebut Six Devas. (foto: akhmad junaidi siregar)

Disamping Giant Budha ini terdapat enam buah patung perunggu yang lebih kecil,yang disebut Six Devas. Setiap deva memegang simbol yang melambangkan derma, aturan, kesabaran, semangat, meditasi dan kebijakan. Setelah sampai di atas, saya dapat menyaksikan pemandangan sekitar pulau Lantau. Jika kita ingin mengetahui sejarah dibuatnya patung ini, cukup masuk ke dalam ruangan persis di bawah dudukan Sang Budha.

Tempat lain yang tidak boleh dilewatkan di Ngong Ping Village adalah Po LinMonastery. Saya menuju tempat ini setelah turun dari Giant Budha. Po Lin Monastery adalah sebuah tempat peristirahatan para biksu Budha sekaligus tempat makan bagi yang ingin makan siang. Makanan yang disajikan di sini adalah makanan vegetarian. Setelah lelah keliling Ngong Ping Village, saya makan siang di Po Lin Monastery.

TELEPON KE MEDAN – Setelah keliling-keliling di beberapa tempat di Ngong Ping Village, saya istirahat sebentar sembari menelepon rekan-rekan di Medan, hahahahaha. Saya harus memakai kaca mata hitam, karena cuaca cukup panas. Foto diambil Minggu (15/5/2011). (foto: akhmad junaidi siregar)

Di  Ngong Ping Village terdapat satu jalur yang dinamakan Wisdom Path. Wisdom Path adalah sebuah bukit yang dipasang batang-batang pohon yang telah ditulis ajaran-ajaran kebajikan dari kitab sutra. Ikuti saja papan petunjuk jalan dan ikuti jalan setapak sekitar 10 menit hingga anda menemukan lokasinya.

Selain Giant Budha, Po Lin Manastery dan Wisdom Path, tempat lainnya yang wajib dikunjungi di Ngong Ping Village adalah Walking with Buddha, Ngong Ping Nature Centre, dan Monkey’s Tale Theater.(Bersambung)

One response to “Oleh-oleh dari Hong Kong, Naiki 268 Anak Tangga Menuju Giant Budha (Bagian 7)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s