Akhirnya Karyaku Jadi Finalis Anugerah Adiwarta 2012, Jadi Finalis Setelah Empat Kali Ikut Serta (Bagian 1)

FINALIS – Surat pemberitahuan dari Anugerah Adiwarta 2012 perihal karyaku yang terpilih sebagai finalis kategori investigasi. (foto: repro)

EDITORIAL room, Harian Tribun Medan, Kamis (22/11/2012) sekitar pukul 23.30 WIB. Derai hujan yang tak henti-hentinya menetes deras di sekitar kantorku, bilangan Wahid Hasyim Medan, memaksaku untuk berpikir pulang ke kontrakan di Tanjung Sari. Aku memilih tidur di kantor malam itu. Karena sudah mengantuk, aku menghentikan pekerjaanku mengecek email masuk dari beberapa teman.

Paginya, Jumat (23/11/2012) sekitar pukul 04.30 WIB, aku bangun dengan mata yang agak sembab. Maklum, kalau sudah tidur di kantor, tidurku memang tidak senyaman di kamar kontrakan. Setiap satu jam terbangun. Kalau kata orang, tidur-tidur ayam. Akhirnya, jadilah kurang tidur hari itu.

Aku kembali lagi ke meja kerjaku. PC ku belum mati dan masih ada beberapa situs yang aktif di layar. Aku membuka email di yahoo.com dan melanjutkan kembali mengecek email masuk dari teman-teman. Rasa penasaran karena email yang kutunggu tak kunjung datang, membuatku memanggil staf IT kantor dan memberitahukan masalahku. Si IT menyarankan agar melihat ke folder SPAM. Menurutnya, bisa saja email tak masuk ke folder INBOX, dan sebaliknya ke folder SPAM.

Kuikuti saran si staf IT dan kemudian mengarahkan kursor ke folder SPAM. Sebuah email bertuliskan “Anugerah Adiwarta” membuatku penasaran. Subject email bertuliskan “Pengumuman Finalis Anugerah Adiwarta 2012” membuatku semakin bersemangat untuk mengarahkan kursor dan segera mengkliknya.

Dengan jantung yang berdegup kencang, aku membaca email tersebut. Isinya? Karyaku yang berjudul “Tesis Termahal Cuma Rp 10 Juta” terpilih sebagai finalis kategori liputan investigatif Anugerah Adiwarta 2012. Liputan ku ini telah terbit di halaman 1 Harian Tribun Medan edisi Selasa dan Kamis (10 dan 12 Januari 2012). Selengkapnya finalis Anugerah Adiwarta 2012 bisa dilihat di link berikut: http://anugerahadiwarta.org/nominasi-48-jurnalis-indonesia-kategori-foto-berita-dan-cetakonline-hadirkan-karya-terbaiknya-pada-anugerah-adiwarta-2012/

Spontan aku bersorak kegirangan setelah membaca berita tersebut. Aku melompat-lompat dan mengucap syukur. Teman-teman yang juga ikut menginap di kantor ikut bersorak atas keberhasilan ini. Aku bangga atas pencapaian ini. Maklum, keikutsertaanku di Anugerah Adiwarta 2012 ini adalah kali keempat. Sebelumnya, jangankan jadi juara, jadi finalis saja aku tidak pernah. Saat masih jurnalis di Harian Sumut Pos (Jawa Pos Grup), aku pernah mengikutsertakan karyaku pada Anugerah Adiwarta 2007 dan 2008. Berhenti dari Sumut Pos, aku pun tak ikut lagi kompetisi tersebut. Lalu, tahun 2010 aku diterima di Tribun Medan (Kompas Gramedia) dan ikut kembali Anugerah Adiwarta 2011. Nasibku sama dengan dua keikutsertaan sebelumnya (2007 dan 2008), kandas di babak penyisihan.

Jika di tiga Anugerah Adiwarta sebelumnya karya yang kuiktsertakan adalah kategori liputan kemanusiaan, maka pada keikutsertaan yang keempat (tahun 2012) aku mengikuti dua kategori, yakni kategori liputan kemanusiaan (sosial dan olahraga) dan kategori investigatif dengan total tiga karya. Untuk kategori kemanusiaan sosial, karya yang kuikutsertakan berjudul “Yang Tersisa dari Kejayaan Tembakau Deli”, kategori olahraga, karya yang kuikutsertakan berjudul “Alan-Nurtani dan Mimpi Atlet Cacat Sumut Jadi PNS”. Sedangkan untuk kategori investigatif, karya yang kuikutsertakan berjudul: “Tesis Termahal Cuma Rp 10 Juta”

Aku juga semakin pantas bangga, karena Anugerah Adiwarta bukanlah kompetisi jurnalistik sembarangan. Anugerah Adiwarta adalah kompetisi bergengsi dan independen yang didukung oleh jajaran dewan juri yang kompeten di bidangnya, yang ditujukan bagi insan media tanah air Selengkapnya tentang Anugerah Adiwarta  bisa dilihat di link berikut: http://anugerahadiwarta.org/tentang-aas/. Ratusan media baik media cetak, online dan televisi baik media nasional dan lokal setiap tahunnya mengirimkan ribuan karya jurnalistik terbaik (tulisan dan foto) untuk dinilai.

Jarum pendek jam dinding di ruang redaksi sudah menunjuk angka 6. Kusudahi kegembiraan pagi ini dengan sempurna. Meskipun masih menjadi finalis, sekali lagi, aku patut bangga. Kurapikan meja kerjaku dan kemudian menuruni tangga menuju parkiran sambil terus berharap, karyaku yang akan tampil sebagai juara saat malam anugerah, Selasa (4/12/2012) di Hotel Four Season, Jakarta.(Bersambung)

 

2 responses to “Akhirnya Karyaku Jadi Finalis Anugerah Adiwarta 2012, Jadi Finalis Setelah Empat Kali Ikut Serta (Bagian 1)

  1. selamat ya bang,
    semoga aku bisa mengikuti jejak abang di dunia jurnalistik ini,dan klo bisa melebihi kesuksesan abang deh.heheheeh🙂
    hehehheh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s