Peran Media dalam Pengelolaan Konflik dan Pembangunan Perdamaian, Ada Hubungan Timbal Balik antara Media dan Konflik (2)

Ilustrasi (foto: membumikantoleransi.wordpress.com)

Ilustrasi (foto: membumikantoleransi.wordpress.com)

MEDIA ibarat pedang bermata dua. Ia dapat menjadi senjata kekerasan yang mengerikan bila menyiarkan pesan-pesan yang bersifat tidak toleran atau disinformasi yang memanipulasi sentimen masyarakat. Tetapi ia juga memiliki aspek lain. Ia dapat menjadi instrumen penyelesaian konflik, yaitu bila informasi yang disajikannya terandalkan, menghormati HAM, dan mewakili berbagai sudut pandang.

MEDIA ibarat pedang bermata dua. Ia dapat menjadi senjata kekerasan yang mengerikan bila menyiarkan pesan-pesan yang bersifat tidak toleran atau disinformasi yang memanipulasi sentimen masyarakat. Tetapi ia juga memiliki aspek lain. Ia dapat menjadi instrumen penyelesaian konflik, yaitu bila informasi yang disajikannya terandalkan, menghormati HAM, dan mewakili berbagai sudut pandang. Media seperti ini memungkinkan masyarakat untuk menetapkan pilihan secara baik yang dilandasi pada informasi, sesuatu yang menjadi komponen dasar (precursor) tata pemerintahan yang demokratis. Ia dapat meredakan konflik dan memupuk rasa aman manusia’.(ISAI, 2004)

Seperti tersirat dalam kutipan di atas, kajian hubungan ‘sebab akibat’ antara media dan konflik dapat lebih memperjelas bagaimana kedua hal itu saling mempengaruhi.

Efek Media terhadap Konflik. Efek media terhadap konflik dapat ditilik dari akibat negatif yang ditimbulkan oleh jurnalisme yang secara tidak sengaja atau secara terselubung menyebarkan propaganda atau bersifat memihak dalam bentuk eskalasi ketegangan dan memprovokasi terjadinya konflik. Sebaliknya, media dapat memiliki dampak positif bila dilandasi standar profesional yang baku, yang dibarengi dengan keragaman akses terhadap informasi, sumber daya keuangan yang memadai dan kepatuhan terhadap kode etik. Media seperti ini dapat membantu rekonsiliasi masyarakat, mengubah kesalahan persepsi dan memperbesar saling pengertian tentang sebab dan akibat konflik.

Efek Konflik terhadap Media. Efek negatif konflik kekerasan terhadap media telah dipetakan dengan baik. Saat konflik sedang  berkembang, kebebasan berekspresi dan ketidakberpihakan media seringkali menjadi korban pertama. Di negara-negara dengan demokrasi yang lemah yang belum memberikan independensi keredaksian, baik entitas negara maupun nonnegara seringkali berhasil dalam menjadikan media sebagai suatu instrumen propaganda nasionalistik dan cupet (xenophobic).

Hal ini berlaku baik untuk media negara maupun media independen. Propaganda media yang menciptakan konflik dapat memprovokasi atau mengeskalasi kekerasan dan seringkali pemerintah memanfaatkan situasi tersebut untuk mengekang kebebasan pers dan kebebasan berekspresi. Konflik juga mengikis lingkungan media dan merongrong kelayakan ekonomis pasar. Media baru biasanya menjamur sewaktu konflik, tetapi sebagian besar bersumber daya pas-pasan dan murni dibentuk untuk kepentingan propaganda kelompok tertentu. Pada umumnya mereka tidak berumur panjang setelah konflik mereda, walaupun degradasi terhadap lingkungan media yang terjadi  sebagai akibatnya biasanya terasa untuk waktu yang lama setelah konflik.

Hubungan timbal balik antara media dan konflik dipengaruhi oleh konteks tempat interaksi ini berlangsung. Faktor-faktor yang berkaitan dengan konteks menentukan peran dan ruang lingkup media dalam mempengaruhi akar sebab, pola kekerasan dan dinamika konflik di masa sekarang/mendatang. (bersambung)

*) Tulisan ini telah dibukukan secara kompilasi oleh Penerbit STAIN Purwokerto Press bekerjasama dengan Penerbit Grafindo Litera Media Yogyakarta dengan judul “Renaisans Indonesia” Juni 2009.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s