Bukti Pluralitas Pasangan ESJA, – Mahasiswa Lintas Agama dan Suku Pulang Kampung Bersama

Semua peserta baik yang Muslim dan Kristen pulang bersama-sama. Hal ini membuat kami menjadi semakin menghargai keberagaman yang ada.

RIAN Simarmata, pria dua puluhan tahun itu turun dari becak mesin persis di pintu gerbang Rumah Aspirasi Rakyat PDI Perjuangan di Jl. Wahid Hasyim No. 35 Medan, Sabtu (22/12/2012) pagi. Mahasiswa Fakultas Hukum Unika Santo Thomas Medan ini datang dengan membawa sebuah tas besar yang berisi pakaian dan beberapa buku pelajaran kuliah.

Selang lima hingga 10 menit kemudian, puluhan pria dan wanita seumuran Rian datang ke Rumah Aspirasi Rakyat PDI Perjuangan. Ada yang diantar temannya dengan menggunakan sepeda motor, ada yang datang dengan menggunakan becak mesin atau ada yang menggunakan angkutan kota. Mereka juga membawa tas berukuran besar plus sebuah tas ransel kecil.

PULANG KAMPUNG - Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara, Effendi Simbolon (kedua kanan) Jumiran Abdi (kanan) melepas keberangkatan mahasiswa pada "Gerakan Pulang Kampung" di Medan, Sumut, Sabtu (22/12/2013).Ratusan mahasiswa dari berbagai universitas di Medan, dipulangkan secara gratis ke daerah masing-masing di Sumatera Utara pada kegiatan tersebut.(foto: Riski Cahyadi)

PULANG KAMPUNG – Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara, Effendi Simbolon (kedua kanan) Jumiran Abdi (kanan) melepas keberangkatan mahasiswa pada “Gerakan Pulang Kampung” di Medan, Sumut, Sabtu (22/12/2013).Ratusan mahasiswa dari berbagai universitas di Medan, dipulangkan secara gratis ke daerah masing-masing di Sumatera Utara pada kegiatan tersebut.(foto: Riski Cahyadi)

Seketika suasana menjadi begitu riuh. Ternyata di kompleks Rumah Aspirasi PDI Perjuangan tersebut, telah berkumpul ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi swasta dan negeri di Medan dan sekitarnya. Ratusan mahasiswa tersebut adalah peserta Gerakan Pulang Kampung Mahasiswa Sumut bersama Effendi Simbolon dan Jumiran Abdi. Di luar gerbang, sudah terparkir puluhan bus berukuran sedang dari berbagai brand yang akan membawa mahasiswa pulang kampung ke berbagai daerah di Sumut.

Gerakan Pulang Kampung Mahasiswa Sumut merupakan program solidaritas pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Sumut Effendi MS. Simbolon dan Jumiran Abdi. Program ini diikuti 1.000 mahasiswa asal daerah yang kuliah di Medan. Dengan 32 bus, seluruh peserta dipulangkan secara gratis ke 16 daerah yakni: Pematangsiantar, Balige, Tarutung, Stabat, Binjai, Karo, Sidikalang, Salak, Samosir, Limapuluh, Kisaran, Rantau Parapat, Doloksanggul, Padang Sidempuan, Sibolga dan Tapanuli Tengah. Keberangkatan dilakukan Sabtu (22/12/2012) dalam dua gelombang yakni pagi dan malam hari.

“Saya bersyukur bisa menjadi peserta program ini. Terus terang, program ini sangat membantu mahasiswa pulang kampung ke daerah asalnya tepat waktu dan bisa mengikuti rangkaian acara Natal di kampung,” kata Rian, beberapa waktu lalu.

Mahasiswa yang berkampung halaman di Sibolga ini mengatakan, karena perkuliahan di kampusnya berakhir Jumat (21/12/2012), dirinya pun merencanakan pulang kampung pada Sabtu (22/12/2012). Tetapi saat memesan tiket pada Jumat (21/12/2012) malam, ia tak kebagian tiket untuk kepulangan Sabtu (22/12/2012). Yang ada tiket untuk pulang Senin (24/12/2012) sore. ”Kalau pulang Senin sore, saya tak sempat lagi mengikuti kebaktikan malam Natal. Padahal saya sudah janji dengan pacar saya di kampung untuk kebaktian malam Natal bersama. Saya bingung dan galau,” kata Rian.

Di tengah kegalauannya, Rian bertemu teman sekampusnya, Indra Edi. Dari Indra, Rian mendapat informasi kalau ada program Gerakan Pulang Kampung Mahasiswa Sumut yang ditujukan bagi mahasiswa daerah yang kuliah di Medan. ”Saya tertarik. Jumat malamnya langsung saya telepon panitianya. Sabtu pagi, saya diminta hadir pukul 08.00 WIB untuk pendaftaran ulang sekaligus persiapan keberangkatan pulang kampung,” kata Rian.

Rian mengungkapkan, menjadi peserta Gerakan Pulang Kampung tak hanya membuat dirinya bisa sampai di Sibolga tepat waktu. Lebih dari itu, kata pengagum Soekarno ini, ia  juga mendapatkan teman-teman baru dari berbagai kampus di Medan. ”Tahun-tahun sebelumnya saya selalu pulang sendiri. Tidak ada teman di bus. Tetapi karena program ini, saya tak kesepian kalau pulang kampung. Saya punya teman bicara selama di perjalanan,” ujar Rian.

Teman Rian, Indra Edi mengatakan, karena ikut Gerakan Pulang Kampung Mahasiswa Sumut, ia bisa mengetahui seperti apa program tersebut. Mahasiswa angkatan 2012 di Unika Santo Thomas ini menceritakan, kedua orangtuanya tinggal di Muko-muko, Bengkulu. Tapi pada libur Natal dan Tahun Baru 2012, ia tidak pulang ke Bengkulu, melainkan ke kampung halaman kakeknya di Samosir.

”Abang saya yang sudah tamat beberapa tahun lalu bercerita kalau pulang kampung bersama itu sangat seru. Mahasiswa dari satu daerah menyewa bus dan pulang bersama-sama. Tapi beberapa tahun terakhir, pulang kampung bersama sudah jarang dilakukan. Mungkin ada kendala di sana sini. Makanya, ketika ada program Gerakan Pulang Kampung ini, saya langsung ikut,” kata Indra.

Dian, mahasiswa Universitas Negeri Medan (Unimed) mengatakan, Gerakan Pulang Kampung menjadi bukti komitmen pluralitas pasangan Effendi Simbolon-Jumiran Abdi (ESJA) di tengah keberagaman agama dan budaya di Sumut. Mahasiswi yang mengenakan jilbab ini mengatakan, mahasiswa dengan belakang agama dan suku apapun bisa ikut dalam program tersebut.

”Kalau dipikir-pikir, sebenarnya teman-teman yang beragama Kristen bisa jadi prioritas keberangkatan agar bisa ikut rangkaian Natal di kampung. Apalagi kalau momen Natal, biasanya tiket cepat habis. Tetapi pasangan ESJA tidak melakukan hal itu. Semua peserta baik yang Muslim dan Kristen pulang bersama-sama. Hal ini membuat kami menjadi semakin menghargai keberagaman yang ada,” kata Dian.

Effendi Simbolon saat melepas peserta Gerakan Pulang Kampung mengatakan, program yang mereka laksanakan adalah wujud solidaritas pihaknya terhadap adik-adik mahasiswa yang ingin merayakan liburan Natal dan Tahun Baru di kampung halamannya. ”Meskipun masih terbilang kecil, skami berharap program ini bermanfaat untuk adik-adik semua. Karena keberangkatan ini kita lakukan bertepatan dengan Hari Ibu, kami mengucapkan Selamat Hari Ibu. Sampaikan salam kami untuk keluarga dan ibu adik-adik semua,” kata Effendi di sela-sela pelepasan peserta Gerakan Pulang Kampung.

Pada kesempatan tersebut, Effendi Simbolon yang didampingi Jumiran Abdi juga mengajak mahasiswa/i yang ikut dalam kegiatan Gerakan Pulang Kampung untuk berperan aktif memerangi korupsi dan narkoba. “Saya percaya adik-adik yang ada disini tidak terlibat narkoba dan mau bersama-sama dengan kami untuk memerangi narkoba dan korupsi. Mahasiswa berprestasi, yes ! Narkoba dan korupsi, no !” kata Effendi.

Baik Rian, Indra dan Dian berharap agar program Gerakan Pulang Kampung Mahasiswa Sumut bersama Effendi Simbolon dan Jumiran Abdi tidak hanya digelar di momen Pemilukada saja, tetapi juga bisa dilaksanakan secara berkesinambungan setiap tahunnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s