Veritas Unika, Majalah Mahasiswa Unika Santo Thomas, Ada Dukungan, Ada Kritikan (4)

10-14 Juli 2013-Peluncuran Majalah Veritas Unika

BELI MAJALAH – Sejumlah mahasiswa Unika Santo Thomas Medan membeli majalah Veritas Unika di sekretariat sementara Komunitas Veritas, Kampus Unika Santo Thomas Medan, Selasa (4/6).(foto: yuliana lumbangaol)

BEBERAPA hari setelah peluncuran majalah Veritas Unika (aku lupa hari dan tanggal berapa). Yang aku ingat, karena sepeda motorku dipinjam teman, aku naik angkot menuju kantor. Sekitar pukul 14.00 WIB, dari rumah di Komplek Pemda Tk I, aku naik becak hingga ke Simpang Pemda. Selanjutnya dari Simpang Pemda aku naik angkot pintu belakang (sudaco/kolo-kolo).

Angkot terus melaju menyusuri Jl. Setia Budi, Tanjung Sari. Kemudian melewati simpang kampus Unika Santo Thomas Medan. Di simpang kampus ini, angkot berhenti untuk menunggu penumpang (mahasiswa). Saat berhenti, aku melihat tiga mahasiswa (aku yakin mahasiswa karena wajahnya masih muda dan bawa tas) duduk di warung-warung di simpang kampus sedang membaca Veritas Unika dengan begitu seriusnya.

Aku melihat tangan ketiganya begitu antusias membolak-balik halaman demi halaman Veritas Unika. Beberapa kali mereka tersenyum saat membaca majalah tersebut (mungkin kagum dengan tulisanku yang juga ada di majalah itu, hahahaha).

Tak sampai 10 menit ngetem (berhenti) di Simpang Kampus, angkot kembali melaju. Saat melewati Gang Horas, aku melihat dua perempuan (sepertinya juga masih mahasiswa) berdiri di simpang Gang Horas sambil membaca Veritas Unika. Sari cara mereka berdua memegang majalah, aku yakin mereka sedang membaca halaman 2 yang berisi bok (kotak) redaksi Veritas Unika. Aku menduga, kalau mereka sedang mencari apakah namaku ada di box redaksi (hahaha).

Jujur saja, pemandangan yang aku lihat di Simpang Kampus dan Gang Horas tadi adalah pemandangan yang cukup unik dan membuatku cukup surprise. Aku menilai kalau sambutan mereka terhadap majalah Veritas Unika cukup baik. Meskipun harus berbagi, mereka cukup antusias. Sayang sekali, aku tak membawa kamera saat itu untuk mengabadikan momen tersebut. Ponselku juga hanya ponsel China dan fasilitas kameranya juga tidak standar untuk merekam gambar dari jarah jauh (hahaha).

Sejatinya rasa surpriseku sudah terjadi saat di hari peluncuran. Penjualan majalah di hari pertama yang hampir menembus Rp 500 ribu adalah wujud dan dukungan yang positif dari warga kampus Unika Santo Thomas.

Di kelas, sejumlah dosen juga menyarankan agar mahasiswa membeli mahasiswa ini. Setidaknya, itulah laporan dari beberapa mahasiswa. Seperti pengakuan teman saya Nico Felix dalam komennya di Facebook hari Selasa/4 Juni 2013. Saat itu, aku mengingatkan Nico agar tidak lupa membeli majalah Veritas Unika. ”hahaha okok pak…aku beli bsk..Tadi disuruh pak A.M Purba Beli Majalahnya kt bpk itu “jng sampek gk dibeli saya kurangin nilai anda” wkwkwk kami sampek beli semua pak 1 ruang lagi..”

Ada juga beberapa dukungan yang disampaikan lewat media sosial seperti facebook. Misalnya dari pemilik akun Chandra Christian Samosir. Pada tanggal 11 Juni 2013, di grup facebook Majalah Veritas Unika, mahasiswa jurusan Akuntansi angkatan 2010 ini menulis seperti ini: Terbitnya majalah kampus ini membuatku mulai sadar ternyata kampusku bisa berekspresi lewat tulisan. jujur ketika ku tanya teman-temanku yang kuliah Di universitas lain mereka sangat berkembang dengan berkreasi serta suka mengirim karyanya ke media cetak dan majalah kampus. sejenakku berfikir, kenapa kampusku tidak ada?? apakah aku salah memilih Unika sebagai kampusku mengingat aku dr negeri seberang yang mana dr dulu memang sangat suka membaca apalagi buku-buku berbau teologia dan novel-novel percintaan serta filsafah Tiongkok kuno yang selalu memberi inspirasi . Dengan situasi lingkungan sekarang terlebih teman-temanku sangat tidak suka membaca dan bertukar pikiran tentang sebuah referensi buku terkadang membuatku dianggap rendah terbanding terbalik dengan teman-temanku dulu yang membuatku terpacu agar lebih maju dr mereka dimana membaca dan pengetahuaanya sangat luas. semoga dengan adanya majalah ini bisa membangun unika terlebih menyadarkan mahasiswa bahwa membaca dan menulis itu sangat mengasikkan serta memiliki kepuasan tersendiri. semoga juga dengan ini banyak terpacu untuk mngirimkan artikelnya adan saling belajar terlebih-lebih kepada diriku sendiri agar bisa lebih berkembang lagi dengan berekspresi lewat tulisan.”

10-14 Juli 2013-Peluncuran Majalah Veritas Unika (8)

PANDANGI MAJALAH – Seorang mahasiswi Unika Santo Thomas Medan memandangi majalah Veritas Unika sembari menikmati makan siang di sebuah warung makan di Medan, beberapa waktu lalu.(foto:anggiat sinurat)

Kemudian pesan lain disampaikan pemilik akun “Kevin Ringo’spada tanggal 4 Juli 2013. Pada pesan yang dikirimkan ke akun Majalah Veritas Unika beliau menulis pesan Nah ini dia Muncul…… selalu berkarya dan Sukses buat teman-teman Veritas……….”

Ada satu pesan lagi yang masuk ke akun Majalah Veritas Unika. Pesan tersebut dating dari pemilik akun “Nelvi Sihombing” tanggal 5 Juli 2013. Dalam pesannya, mahasiswa Politeknik Santo Thomas Medan ini menulis pesan: “Salam Persahabatan Buat Majalah Veritas Unika. saya anak semester 4 Politeknik Santo Thomas Medan. Sukses trus ya buat Majalah Veritas Unikanya.
Syalom.”

Semua dukungan berbentuk lisan dan tulisan ini adalah semangat bagi kami, anggota redaksi Veritas Unika agar lebih baik lagi di edisi berikutnya. Selain dukungan, ada juga pesimis, tidak peduli dan bahkan sepele akan kehadiran majalah ini. Tidak apa juga, semua ini kami anggap kritikan agar hasil kerja kami lebih baik lagi di edisi berikutnya.

Oya, setiap penerbitan, kami membutuhkan biaya antara Rp 2,5 hingga Rp 3 juta yang dialokasikan untuk biaya pencetakan majalah dan biaya operasional anggota redaksi. Lalu dari mana kami menutupi biaya ini? Saat rapat redaksi, kami menargetkan pemasukan dari penjualan majalah sekitar Rp 1,5 hingga Rp 2 juta. Lalu sisanya kami peroleh dari iklan, sumbangan alumni dan uang kas Komunitas Veritas. Biayanya memang tidak sedikit. Tetapi kami percaya, pasti ada jalan.

Kami berharap, kehadiran majalah Veritas Unika menjadi sebuah oase di tengah gersangnya media publikasi informasi dalam tataran kampus Unika secara khusus dan masyarakat luas. Kami juga berharap, majalah ini mampu mendorong mahasiswa Unika Santo Thomas untuk Berani Menulis Dimanapun Medannya. Selamat Membaca dan Menulis! (habis)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s