19 Juli 2003-10 Tahun yang Lalu, Skripsiku Kutulis dari Pengalamanku Berorganisasi (2)

29 Juli-Wisuda 10 Tahun yang Lalu-bagian 2

BIODATA ALUMNI – Biodata diriku sebagai alumni FE Manajemen Unika Santo Thomas yang tertera dalam buku wisuda.(foto: dok)

BEGITU tamat SMA tahun 1998, aku mencoba peruntungan melalui Ujian Masuk Perguruan Tinggi Negeri (UMPTN), namun tak lulus. Maklum pilihanku lumayan tinggi saat itu, FK USU dan Akuntansi USU, hahahaha. Karena tak lulus, aku semula meminta ke Bapakku agar bisa kuliah di Jakarta. Tetapi dia menolak. “Jangan jauh-jauhlah Mang. Di Medan saja. Atau kalau perlu di USI saja (maksudnya Universitas Simalungun yang berkampus di Pematangsiantar,” kata Bapak saat itu.

Aku maklum penolakan Bapak. Bapakku sudah duda. Bapak mungkin kepingin dia dekat dengan anak-anaknya. Tapi akupun menolak kalau harus kuliah di USI, hehehe. Akhirnya aku memilih melanjutkan kuliah di Fakultas Ekonomi jurusan Manajemen Universitas Katolik Santo Thomas Sumatera Utara.

Aku meja hijau pada tanggal 28 Juni 2003. Dihitung batas waktu meja hijau ini, maka aku menghabiskan waktu hampir lima tahun untuk menempuh pendidikan S1. Lima tahun itu terdiri atas, 7 semester atau 3,5 tahun menyelesaikan seluruh mata kuliah, dan 2 semester atau 1 tahun untuk menulis skripsi. Aku juga mengambil satu kali Semester Pendek, persisnya saat akan memasuki semester 7 perkuliahan.

Jujur saja, sejatinya aku bukan mahasiswa yang pintar-pintar amat, tetapi juga tidak bodoh-bodoh kali. Dengan bantuan satu kali Semester Pendek, aku mampu meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,08 atau Sangat Memuaskan. Lumayanlah.

Saat ujian meja hijau pada tanggal 28 Juni 2003, aku berhasil meyakinkan para penguji. Aku mendapat nilai A. Dengan beban 6 SKS, nilai A ini sangat membantu mendongkrak IPK ke angka 3,08. Setelah menyelesaikan mata kuliah, aku memang mereka-reka berapa IPK yang kudapatkan setelah lulus nanti. Dengan kemampuan akademis yang ada, aku memang tak berani mematok harus mendapat IPK 3,5 ke atas alias cum laude, yang penting mencapai IPK 3,00 itu sudah cukup.

29 Juli-Wisuda 10 Tahun yang Lalu-bagian 2 (1)

BERSAMA TEMAN KULIAH – Aku berfoto bersama teman-teman kuliah di jurusan Manajemen usai pelaksanaan wisuda sarjana dan ahli madya Unika Santo Thomas Medan di Kampus Unika Santo Thomas Medan, Sabtu (19/07/2003).(foto:dok)

29 Juli-Wisuda 10 Tahun yang Lalu-bagian 2 (3)

BERSAMA TEMAN GMNI – Aku berfoto bersama teman-teman GMNI Sejajaran unika Santo Thomas Medan usai pelaksanaan wisuda sarjana dan ahli madya Unika Santo Thomas Medan di Kampus Unika Santo Thomas Medan, Sabtu (19/07/2003).(foto:dok)

29 Juli-Wisuda 10 Tahun yang Lalu-bagian 2 (2)

BERSAMA TEMAN GEMPITA – Aku berfoto bersama teman-teman GEMPITA Unika Santo Thomas Medan usai pelaksanaan wisuda sarjana dan ahli madya Unika Santo Thomas Medan di Kampus Unika Santo Thomas Medan, Sabtu (19/07/2003).(foto:dok)

Aku menghitung-hitung peluangku. Jika meja hijauku mendapat nilai C, maka IPK ku 3,02, jika mendapat nilai B, mendapat IPK 3,05 dan jika nilai A, aku mendapat IPK 3,08. Dengan kalkulasi seperti itu, maka akupun memutuskan tidak lagi mengambil kuliah regular ataupun Semester Pendek untuk mengulang nilai C agar IPK ku menembus 3,00. Setelah yakin, dengan nilai meja hijau C saja, IPK sudah tercapai 3,02, aku pun tidak mengambil kuliah lagi. “Apalagi kalau nilai meja hijau B atau A. pasti IPK ku lebih tinggi. Tapi tak mungkinlah aku mendapat nilai C di meja hijau, hehehe,” pikirku saat itu.

Benar saja. Aku berhasil mendapatkan nilai A saat ujian meja hijau. Itu artinya, IPK ku 3,08. Aku pikir cukuplah

Skripsiku berjudul “Faktor-faktor yang Mempengaruhi Keputusan Konsumen dalam Membeli Perlengkapan Kepencintaalaman di Pasar Monza/Bekas (Studi Kasus Pada Anggota Kelompok Pencinta Alam di Kotamadya Medan”.

Judul ini kuangkat dari kebiasaan anggota-anggota pencinta alam, termasuk anggota GEMPITA yang gemar membeli perlengkapan kepencintaalaman di berbagai pasar monza/bekas di Medan. Yang menjadi objek penelitian ku di skripsi tersebut adalah anggota-anggota pencinta alam di Kotamadya Medan yang sering berbelanja di pasar monza/bekas.

Mengapa aku menjadikan anggota-anggota pencinta alam tersebut sebagai objek penelitian? Hal ini didasarkan pada kenyataan bahwa banyak perlengkapan-perlengkapan kepencintalaman yang dijual di pasar monza/bekas, dan anggota-anggota pencinta alam tersebut kerap melakukan pembelian perlengkapan kepencintaalaman di pasar monza/bekas tersebut.

Aku bangga dengan skripsiku ini karena kuangkat dari pengalamanku selama berorganisasi GEMPITA. Artinya, aku tak sia-sia memiliki aktivitas ini. Aku bisa memanfaatkannya (pengalaman menjadi anggota GEMPITA) untuk kepentingan studi. Mudah-mudahan, cara ini bisa ditiru mahasiswa-mahasiswa lain. Tak perlu jauh-jauh mencari bahan untuk penelitian skripsi, kalau yang dekat dengan kita seperti organisasi yang kita ikuti bisa menjadi bahan penelitian. Iya kan?. (habis)

2 responses to “19 Juli 2003-10 Tahun yang Lalu, Skripsiku Kutulis dari Pengalamanku Berorganisasi (2)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s