Bapak, Apa Kabarmu, Kabarku Baik-baik Saja

13 April 2014- Bapak Setahun Kemarin (1)

BAPAKKU, Alm. Syariaman Purba semasa hidupnya. (Foto: Dokumentasi Keluarga)

BAPAK, apa kabarmu?

Setahun sudah berlalu. Putaran waktu telah membawaku ke tanggal 12 April 2014. Tanggal 12 April atau tepatnya setahun yang lalu adalah hari di mana kita bertemu untuk yang terakhir kalinya. Hari di mana aku ikut menemani akhir hayatmu menuju kesudahan yang abadi.

BAPAK, apa kabarmu?

Setahun sudah berlalu. “Apa kabarmu di sana?” Dulu, aku kerap mengajukan pertanyaan seperti ini saat meneleponmu dari Medan, kota tempat aku mengadu masa depan selama 16 tahun. Aku senantiasa mendapat jawaban dengan intonasi suara yang lemah, tidak begitu kuat. “Sehat,” katamu, singkat. Dan kini, pertanyaan yang sama tak pernah lagi kutanyakan setahun terakhir.

BAPAK, apa kabarmu?

Setahun sudah berlalu. Tak lagi kuterima SMS singkat seperti ini “Kapan kau pulang”. Itu adalah SMS yang selalu kau kirimkan kepadaku beberapa tahun sebelum akhir hidupmu, yang terkadang (jujur) aku bosan dan menjurus kesal setiap kali kau kirimkan SMS itu.

BAPAK, apa kabarmu?

Setahun sudah berlalu. Tak lagi kuterima pertanyaan “Bagaimana pekerjaanmu di Medan”. Sesekali kau selipkan pertanyaan lain, apakah aku ada tugas liputan lagi keluar kota atau apa aku tak mau mencoba menjadi pegawai negeri sipil (PNS) seperti dirimu. “Kalau PNS, kau tak perlu pulang sampai ke rumah sampai larut malam,” katamu. Aku hanya mengiyakan saja, setiap kali Bapak sampaikan pernyataan seperti itu.

BAPAK, apa kabarmu?

Setahun sudah berlalu. Tak lagi kutemui sosok pria kurus (yang dulunya gemuk) duduk di depan televisi di ruang tamu sembari menikmati teh ataupun cemilan. Sosok pria kurus itu adalah dirimu. Sejak penyakit itu ada ditubuhmu enam tahun sebelum Bapak meninggal, berat tubuhmu memang banyak berkurang.

13 April 2014- Bapak Setahun Kemarin

AKU menyampaikan sepatah dua patah pesan kenangan terhadap Alm Bapak beberapa saat sebelum dikebumikan, Senin (15/4/2013). (Foto: Dokumentasi Keluarga)

BAPAK, apa kabarmu?

Setahun sudah berlalu. Tak lagi Bapak dengar repetanku, terutama kalau Bapak mulai lalai menjaga segala hal yang berkaitan dengan kesehatanmu. Makan sembarangan, jajan sesuka hati, atau menonton televisi sepanjang hari.

BAPAK, apa kabarmu?

Walaupun Bapak tak menjawab, tapi aku tahu jawabannya. Bapak sehat selalu, penyakit mu sudah sembuh. Percayalah, dalam setiap kesempatan, Bapak tak terlewat dalam doaku.

BAPAK, kabarku baik-baik saja. Setahun sudah berlalu, aku senantiasa kuat menjalani hidup. Semoga, selamanya aku tetap kuat.

BAPAK, beristirahatlah dengan tenang. Percayalah, aku tetap merindukanmu.(*)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s