Mengurangi Perokok Lewat Peringatan Bergambar di Bungkus Rokok

31 Juli-Peringatan Bergambar di Bungkus RokokSIAPA yang tak kenal rokok? Rokok adalah benda berbentuk silinder dari kertas berukuran panjang antara 70 hingga 120 mm (bervariasi tergantung negara) dengan diameter sekitar 10 mm yang berisi daun-daun tembakau yang telah dicacah. Rokok dibakar pada salah satu ujungnya dan dibiarkan membara agar asapnya dapat dihirup lewat mulut pada ujung yang lain.

Telah banyak riset yang membuktikan bahwa rokok sangat berbahaya. Selain menyebabkan ketergantungan, rokok juga menyebabkan banyak tipe kanker, penyakit jantung, penyakit pernapasan, penyakit pencernaan, efek buruk bagi kelahiran, dan impotensi. Bahkan ada perokok yang sedang sakit tetap saja merokok walaupun dokter sudah melarang merokok karena akan menyebabkan sakitnya bertambah parah.

Ironis memang, tapi itulah kenyataannya. Walaupun rokok bukan putaw, tetapi sugesti yang diberikan oleh rokok sanggup membuat orang terikat hingga berpuluh-puluh tahun

Gambar Mengerikan
PERINGATAN pemerintah berbentuk tulisan pada bungkus rokok dinilai belum menjadi sirine yang serius bagi para perokok ataupun calon perokok. Karena itulah dirasakan perlu membuat peringatan yang lebih serius. Maka sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) No. 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau bagi Kesehatan, maka bungkus rokok akan disertai ilustrasi gambar mengerikan, sebagai dampak bahaya merokok.

Industri rokok harus mulai menerapkan peringatan kesehatan berbentuk gambar pada kemasan rokok paling lambat 18 bulan setelah PP tersebut ditandatangani oleh Presiden SBY atau paling lama tanggal 24 Juni 2014.

Seperti yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 109 tahun 2012, Indonesia akan menerapkan lima jenis gambar yang berbeda sebagai peringatan untuk semua jenis rokok . Lima gambar tersebut adalah gambar kanker mulut, gambar orang merokok dengan asap yang membentuk tengkorak, gambar kanker tenggorokan, gambar orang yang merokok dengan anak di dekatnya, dan gambar paru paru yang menghitam karena kanker. Pencantuman gambar peringatan kesehatan tersebut juga harus berwarna, dengan luas 40 persen sisi lebar atas bagian depan dan belakang serta tidak boleh tertutup.

Dengan keluarnya kebijakan tersebut, Indonesia akan menjadi negara ke 6 di ASEAN yang akan menerapkan peringatan kesehatan bergambar setelah Singapura, Thailand, Brunei Darussalam, Malaysia, dan Vietnam. Sementara sampai dengan Oktober 2012, sudah ada 63 negara yang sudah menerapkannya. Jika produsen menghasilkan sejuta batang rokok, berarti satu gambar dipasang pada setiap 20 persen produknya. Atau, bisa dibagi sekian bulan memasang gambar satu sampai lima.

Tak Digubris
SELAMA ini peringatan berupa kata kata di bungkus rokok sepertinya tak digubris. Buktinya bisa dilihat dari peringkat perokok Indonesia di dunia yang justru naik ke posisi tiga.

Berdasarkan data yang dihimpun oleh Global Adult Tobacco Survey (GATS), pada tahun 2012 posisi Indonesia masih berada di peringkat ke 4. Namun pada tahun 2013, sudah naik ke peringkat 3. Tiongkok merupakan negara produsen dan konsumen rokok terbesar di dunia. Sebanyak 390 juta orang merokok atau 29 persen dari jumlah penduduknya.

Peringkat ke 2 adalah India dengan 144 juta perokok atau 12,5 persen dari jumlah penduduknya. Sama seperti Tiongkok, India juga merupakan negara pengekspor tembakau. Sementara Indonesia yang dulunya merupakan negara besar pengekspor tembakau, kini justru berbalik lebih banyak mengimpor. Perokok di Indonesia berada di peringkat ke 3 dunia dengan 65 juta perokok atau 28 persen dari jumlah penduduk. Untuk memenuhi kebutuhan merokok penduduknya, Indonesia mengimpor lebih dari 100 ribu ton tembakau per tahun.

Langkah pemerintah yang mewajibkan produsen memasang peringatan bergambar mengerikan di bungkus rokok patut diapresiasi dan didukung penuh, sebagai langkah efektif untuk mengurangi perokok. Ada beberapa alasan mengapa cara ini (gambar mengerikan) yang dipilih.

Pertama, cara ini lebih masuk akal dibanding meratifikasi Konvensi Pengendalian tembakau (FCTC). Sebab pengendalian tembakau hanya akan memperbesar impor tembakau dan menyengsarakan petani tembakau, bukan mengurangi perokok. Kedua, cara ini dianggap lebih meningkatkan efektifitas peringatan bahaya merokok. Gambar mengerikan lebih cepat sampai ke masyarakat baik prokok ataupun calon rokok yang kerap kurang peduli dengan peringatan yang telah tertulis di kemasan rokok. Dengan melihat gambar tersebut, maka masyarakat bisa berpikir ulang untuk merokok. Ketiga, peringatan kesehatan bergambar pada bungkus rokok merupakan upaya pendidikan kesehatan yang efektif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya merokok bagi kesehatan. Lewat gambar-gambar mengerikan ini, masyarakat paham bahwa gambar yang tercantum di bungkus rokok tersebut bisa saja terjadi pada dirinya bila tetap masih merokok.

Untuk diketahui, Thailand telah menjadi negara pertama di dunia yang meningkatkan luas gambar peringatan di masing masing bagian depan dan belakang bungkus rokok dari 55 persen menjadi 85 persen.

Survei yang dilakukan negara ini satu tahun setelah penerapan peringatan kesehatan bergambar pada bungkus rokok menunjukkan lebih dari 50 persen perokok lebih sadar bahaya merokok dan 92 persen terdorong untuk berhenti.

Bagaimana dengan Indonesia? Pemberlakuan peringatan kesehatan bergambar mengerikan di bungkus rokok tidak serta merta akan menurunkan jumlah perokok di Indonesia dalam waktu yang singkat, satu atau dua bulan. Tetapi setidaknya, seperti halnya Thailand, langkah Indonesia ini bisa membuat perokok maupun calon perokok yang ingin menjadi perokok sadar akan bahaya yang akan dialaminya ketika merokok. Dengan begitu, mereka juga enggan merokok.

Pemerintah juga telah mengatur sanksi berupa teguran lisan, teguran tertulis, penarikan produk oleh Bea Cukai dan Badan POM, rekomendasi penghentian sementara kegiatan, hingga rekomendasi penindakan kepada instansi terkait jika produsen rokok tidak mematuhi peraturan ini. Karena itu, adalah tugas kita bersama sebagai warga negara, untuk ikut membantu pemerintah mengawasi pelaksanaan peraturan ini agar berjalan sesuai dengan yang diharapkan. (*)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s