Tips Kuliah Buat Mahasiswa Baru

ILUSTRASI mahasiswa. (foto: himasejarahunigal.blogspot.com)

ILUSTRASI mahasiswa. (foto: himasejarahunigal.blogspot.com)

SEJAK awal September lalu, aktivitas kampus di Medan mulai semarak kembali. Hal ini ditandai dengan masuknya perkuliahan semester ganjil tahun ajaran 2014/2015. Ribuan mahasiswa baru juga menjadi penanda kesemarakan tersebut. Hal diperkirakan akan berlangsung hingga akhir September mendatang, karena hingga saat ini beberapa kampus masih ada yang membuka pendaftaran mahasiswa baru.

Bagi kamu mahasiswa baru, menyandang status sebagai mahasiswa adalah awal untuk memulai hidup baru. Kehidupan kampus (perkuliahan) mempunyai nuansa yang berbeda jika dibanding saat masih berstatus siswa SMP atau SMA, mulai dari sistem akademik, libur kuliah, kehidupan bermasyarakat dan lain-lain.

Kehidupan kampus yang berbeda dengan saat SMP atau SMA ini memang menuntut sifat disiplin, cermat dan mandiri dari mahasiswa yang menjalaninya. Ada beberapa tips buat kamu mahasiswa baru yang perlu disimak agar dapat menjalani kehidupan kampus dengan baik dan lancar.

1. Jangan Sampai Tak Ikut Ospek

Ospek di perguruan tinggi kini punya beberapa nama, tapi pada intinya bermuara pada pengenalan sistem akademik di kampus. Jangan sampai tak ikut ospek. Selain mengajak kamu mengetahui sistem akademik di kampus, ospek juga menjadi ajang buat kamu berkenalan dengan teman-teman seangkatan. Bisa jadi teman-teman yang kamu temui di ospek ini adalah teman kamu melewati hari-hari kuliah hingga meraih gelar sarjana.

Ospek juga membuat kamu bisa berkenalan dengan senior-senior kamu. Ssenior-senior ini bisa kamu jadikan “tempat” untuk berdiskusi tentang mata kuliah, meminjam buku teks ataupun membantu informasi tempat praktek kerja lapangan (PKL) di semester akhir perkuliahan.

2. Carilah Kos di Dekat Kampus

Bagi kamu yang berasal dari luar kota dan tidak ingin tinggal di tempat saudara, maka tinggal dengan model kos-kosan menjadi pilihan. Tak ada salahnya kamu memilih kos yang dekat dengan kampusmu. Kamu cukup menempuh perjalanan kos-kampus dengan berjalan kaki atau paling mahal naik angkot dengan ongkos Rp 2.000 saja. Dengan kos di dekat kampus, selain menghemat uang kiriman dari orangtua untuk transportasi, kamu juga bisa pulang beristirahat ke kos sembari menunggu perkuliahan di jam berikutnya.

3. Jangan Malas Kuliah, Kerjakan Tugas

Sistem akademik di perguruan tinggi yang menerapkan sistem indeks prestasi (IP) dan satuan kredit semester (SKS) membuat kamu bisa membawa banyak SKS jika IP mu bagus. Akibatnya jadwal kuliah menjadi padat. Sebisa mungkin jangan sampai bolos dalam perkuliahan tatap muka ataupun laboratorium. Jika sampai tingkat kehadiranmu tidak memenuhi syarat, bisa jadi kamu tidak dapat mengikuti ujian akhir semester (UAS). Sia-sia kan kualiahmu selama satu semester.

Satu lagi, jangan malas mengerjakan tugas. Pastinya, tugas-tugas kuliah akan sangat bertumpuk. Ada dosen yang rajin memberikan tugas setiap kali pertemuan. Sedapat mungkin, kerjakan dan kumpulkan.

4. Atur Keuangan Bulanan dengan Baik

Sebagai mahasiswa, khususnya yang memilih kos, biasanya orangtua di kampung akan mengirimkan uang untuk biaya hidupmu selama sebulan. Ada juga memang yang mengirimkan setiap dua minggu sekali. Karena masih dikirimi uang, maka aturlah keuangan bulananmu dengan baik. Dengan begitu, kamu tidak perlu meminta uang tambahan dari orangtuamu.

Tempatkan uangmu sesuai dengan pos-pos pengeluaran yang ada misalnya untuk makan setiap hari, mengerjakan tugas, ongkos atau membeli buku. Sisihkan sedikit uangmu untuk ditabung. Kalau kamu tiba-tiba sakit, membeli baju atau berlibur bersama teman kuliah, uang tabunganmu bisa diambil.

5. Tak Semua Buku Harus Dibeli

Biasanya di awal-awal perkuliahan, dosen akan merekomendasikan beberapa buku untuk kamu beli. Kalau kamu punya uang yang cukup, kamu boleh membeli atau membajaknya di fotokopian. Tak perlu membeli semua buku yang direkomendasikan dosen tersebut. Kalau keuanganmu pas-pasan, pinjamlah dari perpustakaan atau cobalah untuk memanfaatkan Google Books, yaitu fitur mesin pencari buku yang memungkinkan kamu melihat cuplikan isi buku yang dibatasi.

Karena dibatasi, maka hanya akan menampilkan beberapa bab. Tapi sebenarnya sudah cukup membantu daripada tidak ada sama sekali. Dosen di kelas juga biasanya hanya menampilkan bagian-bagian tertentu (yang dianggap penting) dari buku teks yang ia rekomendasikan. Jika kamu rajin berselancar, bagian-bagian tertentu itu bisa ada di Google Books.

6. Atur Waktu Sebaik Mungkin

Sebagai mahasiswa, rutinitasmu bisa jadi tak hanya kuliah dan mengerjakan tugas tetapi juga ikut kegiatan-kegiatan organisasi. Otomatis jadwalmu menjadi cukup padat. Atur waktumu sebaik mungkin agar kegiatan kuliah dan organisasi berjalan dengan baik. Caranya, belilah agenda kecil untuk mencatat semua agenda yang akan kamu kerjakan setiap hari. Tempatkan jadwal kuliah dan mengerjalan tugas di prioritas terdepan dan kegiatan organisasi di urutan berikutnya. Ingat, kerjakan semua agenda yang sudah kamu catat ini dengan tekun dan disiplin agar semuanya berjalan dengan seimbang.

7. Ikutlah Beroganisasi

Minat dan bakat yang kamu punya bisa dikembangkan di kampus dengan mengikuti organisasi seperti unit kegiatan mahasiswa (UKM) atau senat mahasiswa. Tak hanya di dalam kampus, di luar kampus pun, masih banyak organisasi ekstra yang bisa kamu ikuti. Sedapat mungkin ikutlah berorganisasi. Manfaatnya sangat banyak. Dengan ikut berorganisasi, kamu bisa belajar memanajemen waktu, belajar melatih kepemimpinan, belajar berbicara dan administrasi organisasi, belajar disiplin dan yang terpenting temanmu pasti bertambah karena UKM bersifat universitas. Temanmu tidak hanya teman sekelas saja, melainkan teman dari berbagai fakultas.

Ada anggapan yang menyebut kalau beroganisasi akan mengganggu kuliah. Jangan khawatir. Kuncinya adalah atur waktumu sedisiplin mungkin dengan menomorsatukan kuliah dan mengerjakan tugas. Setelah kegiatan kuliah selesai, barulah kamu mengerjakan tugas-tugas organisasi.

8. Upayakan Dekat dengan Dosen

Dekat dengan dosen bukan dalam konteks yang negatif ya. Artinya, dengan dikenal baik oleh dosen, kamu berkesempatan untuk “mencuri” sebagian ilmu atau peluang yang dimiliki dosenmu. Misalnya kamu dilibatkan ikut dalam proyek-proyek penelitian yang sedang dikerjakan dosenmu atau ikut dalam pelatihan, workshop dan seminar di mana dosen kamu menjadi panitia, moderator ataupun pembicaranya.

Ada beberapa trik biar kamu dekat dengan dosenmu. Misalnya, rajin kuliah, aktif bertanya saat tatap muka di kelas, rajin mengerjakan tugas, memiliki IP yang baik dan masuk organisasi di mana dosen kamu menjadi pembinanya.(*)

Tulisan ini juga sudah dimuat di rubrik Taman Remaja dan Pelajar harian Analisa edisi Minggu/21 September 2014 dengan link: http://analisadaily.com/news/read/tips-kuliah-buat-mahasiswa-baru/65803/2014/09/21

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s