Merekatkan Kebhinnekaan Meretas Toleransi, Laporan Pemantauan Aliansi Sumut Bersatu Tahun 2013

BUKU Laporan Pemantauan Aliansi Sumut Bersatu Tahun 2013. (Foto: Truly Okto Purba)

BUKU Laporan Pemantauan Aliansi Sumut Bersatu Tahun 2013. (Foto: Truly Okto Purba)

AWAL 2014 lalu, saya mendapat kepercayaan dari Aliansi Sumut Bersatu (ASB) untuk menjadi tim penulis buku Laporan Pemantauan Kebebasan Beragama/Berkeyakinan tahun 2013. Bagi saya, ini adalah kesempatan berharga, karena temanya adalah tentang kebebasan beragama, sebuah tema yang menurut saya cukup “seksi”. “Seksi” karena tema seperti ini kerap dianggap tabu untuk dibicarakan. Salah sedikit tentu akan memancing kemarahan pihak lain (mayoritas/minoritas). Karena itulah, saya harus hati-hati menulisnya.

ASB memberi judul buku “Merekatkan Kebhinnekaan, Meretas Intoleransi, Laporan Pemantauan Tahun 2013”. Secara khusus ASB memberi judul tersebut dengan harapan ketika semua orang membacanya, maka ada semangat dan motivasi setiap orang untuk konsisten mempertahankan dan mengimplementasikan nilai-nilai kebhinnekaan Indonesia di tengah-tengah maraknya kasus-kasus intoleransi di Sumatera Utara, Aceh dan daerah-daerah lainnya di Indonesia. Kasus-kasus intoleransi ini cenderung mendegradasi nasionalisme.

Sama seperti buku Laporan Pemantauan Kebebeasan Beragama/Berkeyakinan tahun 2011 dan 2012, laporan pemantauan tahun 2013 juga memaparkan persoalan kebebasan beragama/berkeyakinan di Sumatera Utara dan Aceh. Pemantauan dilaksanakan melalui lima media lokal yang ada di Sumatera Utara dan Aceh yakni: Sinar Indonesia Baru (SIB), Analisa, Waspada, Tribun Medan dan Serambi Indonesia. Selain itu pemantauan juga dilakukan dengan menerima pengaduan kasus intoleransi untuk ditindaklanjuti Divisi Advokasi ASB.

Berdasarkan hasil pemantauan dan penanganan kasus tersebut, menunjukkan bahwa terjadi peningkatan jumlah kasus pada tahun 2013 jika dibandingkan dengan pada tahun 2011 dan 2012 dengan modus dan target yang hampir sama. Dalam laporan pemantauan tahun 2011, sepanjang tahun 2011 ditemukan sebanyak 63 kasus intoleransi. Tahun 2012 ditemukan 75 kasus, sedangkan tahun 2013 ditemukan sebanyak 85 kasus intoleransi.

Ke-85 kasus tersebut terbagi dalam sembilan kategori berita yakni: tindakan/pernyataan diskriminatif, tuntutan ormas terhadap pemerintah/penguasa, upaya pemberantasan tempat maksiat, pernyataan negatif terhadap kehidupan beragama, pengrusakan dan pencurian rumah ibadah, permasalahan pendirian rumah ibadah, penistaan dan penyalahgunaan symbol agama, intimidasi berbasis agama dan pelarangan/penghambatan aktivitas keagamaan.

Ke-85 kasus ini melibatkan 71 korban yang terdiri dari umat Kristen, PSK, pengajian Tarikat Samaniyah, pengusaha, masyarakat umum, konsumen, masyarakat peternak babi, umat Islam, umat Hindu, peserta Miss World, RUS, pelajar, gereja HKBP, jemaat GKPI dan jemaat HKBP Binjai. Sedangkan pelaku sebanyak 133 orang antara lain ormas keagamaan, pemerintah daerah, dinas-dinas, tokoh agama, masyarakat biasa, tokoh masyarakat, aparat penegak hukum, organisasi kepemudaan, DPRD, OTK, kelompok perwiritan, institusi pendidikan, akademisi, pengusaha dan penganut Kristen.

Buku ini diramu dengan sederhana namun tetap menampilkan bahan-bahan yang lengkap agar informasi yang ditampilkan tetap utuh dan pembaca mendapat pemahaman yang baik pula. Setiap kategori pemantauan diberikan contoh-contoh berita hasil pemantauan dan kasus-kasus yang diadvokasi oleh ASB.

Contoh-contoh kasus tersebut dilengkapi pula dengan analisis sederhana dari tim penulis buku yang dilengkapi dengan data dan fakta dari UU, Peraturan Pemerintah maupun Perda yang mendukung. Dengan analisis dan dukungan data ini, pembaca bisa memiliki pemikiran yang kritis namun positif untuk mendukung keberagaman yang ada di Indonesia. Publikasi ini juga ditujukan utnuk membangkitkan kepedulian warga Negara untuk berpartisipasi merawat kebhinnekaan.

ASB adalah organisasi masyarakat sipil atau LSM yang sejak tahun 2006 melakukan upaya-upaya penguatan untuk mendorong penghormatan dan pengakuan terhadap keberagaman melalui pendidikan kritis, dialog, advokasi dan penelitian. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan ASB berupaya untuk melibatkan aktivis muda lintas agama, mahasiswa/I, NGO, jurnalis dan kelompok marginal lainnya dengan semangat Kebersamaan dalam Keberagaman.

Bagi Anda yang ingin mendapatkan buku ini dapat menghubungi Aliansi Sumut Bersatu (ASB) di alamat Jl. Jamin Ginting Pasar VII No. 156 Medan, telp: 081260244402. Informasi tentang ASB silakan mengklik: http://www.aliansisumutbersatu.org.(*)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s