Mempermainkan Penipu di Messenger Facebook

CAPTURE hasil percakapanku dengan seorang penipu yang mengaku-ngaku bernama Rurita Ningrum, Minggu (27/9/2015). (FOTO: TRULY OKTO PURBA)

CAPTURE hasil percakapanku dengan seorang penipu yang mengaku-ngaku bernama Rurita Ningrum, Minggu (27/9/2015). (FOTO: TRULY OKTO PURBA)

CAPTURE hasil percakapanku dengan seorang penipu yang mengaku-ngaku bernama Rurita Ningrum, Minggu (27/9/2015). (FOTO: TRULY OKTO PURBA)

CAPTURE hasil percakapanku dengan seorang penipu yang mengaku-ngaku bernama Rurita Ningrum, Minggu (27/9/2015). (FOTO: TRULY OKTO PURBA)

AKU sudah bolos kebaktian sebanyak tujuh minggu (kali). Karena itulah, agar tak sampai delapan kali, kuniatkan untuk pergi kebaktian Minggu (27/9/2015). Seperti biasa, aku memilih ikut kebaktian pagi berbahasa Indonesia di gereja biasa yakni GKPS Haleluya, Resort Medan Selatan, Jl. Ngumban Surbakti, Tanjung Sari, Medan. Gereja ini hanya berjarak sekitar 3 kilometer dari rumah kontrakanku. Aku memang lebih suka ikut kebaktian pagi yang berbahasa Indonesia, dibandingkan kebaktian siang berbahasa Simalungun, maklum bahasa Simalungun ku masih payah.

Namanya juga jarang kebaktian. Jadi pas kena khotbah Amang Pendeta, aku berusaha untuk khusyuk mendengarkan. Aku memang tak bawa ponsel yang biasa untuk telpon-telponan. Maklum, ponsel jadul. Tapi aku bawa Android, buat jaga-jaga, manatahu ada kejadian penting yang harus diabadikan. Maklum, jurnalis siaga. Hahaha.

Saat asyik mendengarkan khotbah, ada bunyi singkat di Androidku yang menandakan kalau ada pesan masuk lewat aplikasi Messenger di Facebook. Semula aku meneguhkan diri untuk tidak membukany. Tapi aku luluh, akhirnya kubuka juga. Ternyata ada pesan dari Kak Rurita Ningrum, Direktur FITRA (Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran) Sumut. Aku kenallah dengan beliau.

Pesannya singkat: “Trully.. lg dimana skrng?”. Sebenarnya aku tak niat untuk membalas karena sedang kebaktian. Tapi kubalas juga, barangkali ada informasi penting yang ingin disampaikannya. “Lg gereja kak”.

Aku berpikir, Kak Rurita pasti tak akan membalas pesanku lagi. Tapi dia justru membalas pesanku dengan kalimat demikian: “Oh rncana mau mnta tolong sbntar klo bisa”.

Aku berusaha untuk berpikir positif. Menurutku, kalaupun ingin membalas pesanku, dia akan menulis dengan kalimat kira-kira seperti ini: “Oh ya udah, nanti kakak telepon lagi ya”. Mungkin seperti itulah. Karena aku kenal betul dengan Kak Rurita. Tak mungkin dia memaksa terus, sementara aku masih kebaktian. Begitupun, tetap kubalas pesannya: “Entar lagi kak keluar. Aku duduknya di sudut”.

Kupikir, Kak Rurita tidak akan membalas lagi pesanku. Tapi ternyata tidak. Dia membalas dengan kalimat yang rada “maksa”: “bisa titip belikan voucer sbntar, buat paket intrnet nnti diganti lg”.

Dahiku mengernyit. Sepertinya ada yang tak beres. Seketika aku sadar, kalau yang membalas pesanku bukanlah Rurita Ningrum yang asli. Aku yakin seyakin-yakinnya kalau, akun Rurita Ningrum sudah dibajak pihak-pihak yang tak bertanggungjawab. Hm…, syukurlah aku segera tersadar. (Mungkin karena pas di gereja itu ya. Hehehehe).

Meskipun sudah tahu kalau yang memakai akun Rurita Ningrum adalah penipu, aku tetap meladeninya. Aku pura-pura tak tahu saja kalau aku sedang berusaha untuk ditipu oleh Rurita Palsu. Sembari mendengarkan khotbah yang hampir selesai, kupermainkan si Rurita Palsu. Kutanyakan kepadanya , kenapa hanya Rp 50 ribu yang kukirim, kenapa tidak Rp 100 ribu saja. Hahaha… Rurita Palsu semakin aktif membalas pesanku dan memberitahukan nomor ponsel yang harus kuisi pulsa, yakni nomor Smartfren  088271074840

Percakapanku dengan Rurita Palsu terus berlanjut. Aku menanyakan kepadanya hal-hal yang mungkin dia bingung (tak tahu menjawabnya). Pertama, kenapa sekarang pakai nomor Smartfren, karena yang kutahu Rurita Ningrum memakai nomor Telkomsel. Pertanyaan kedua adalah: aku minta Rurita Palsu menyebutkan nama asli anak semata wayangnya yang biasanya disapa “Pipi Donat”. Alasannya, beberapa hari sebelumnya, “Pipi Donat” ikut lomba melukis di kantorku, dan diperlukan nama asli untuk dibuatkan sertifikat. Aku tahu “Pipi Donat” karena sering melihat status Kak Rurita Ningrum (Asli) menyapa anaknya dengan sbeutan “Pipi Donat”. Kalau, Rurita Palsu memang bukan palsu, dia pasti tahu nama asli “Pipi Donat”.

Setelah si Rurita Palsu menyebutkan nama asli “Pipi Donat”, aku berjanji padanya akan mengirimkan pulsa yang dia minta. Setelah menunggu sekian lama, tetap tak ada balasan. Aku senyum sendiri. Barangkali Rurita Palsu sudah tahu kalau aku tak berhasil ditipunya. Kusudahi permainan dan mengatakan kepadanya kalau pulsa sudah kukirim. Tolong dicek. Kalau tidak dicek, nanti pulsanya diambil setan. Tapi aku sempat melihat kalau Rurita Palsu langsung membaca pesanku. “Mampus kau penipu. Masa, penipu mau kau tipu, hahahaha” pikirku dalam hati.

***

PESAN dari Rurita Palsu ini merupakan penipuan pertama yang aku terima lewat media sosial Facebook. Sebelumnya penipuan senada kerap aku terima lewat SMS yang meminta untuk mentransfer uang ke nomor rekening tertentu. Syukurlah, sampai sekarang aku tak pernah tertipu. Untuk setiap SMS penipuan yang masuk lewat ponsel, biasanya langsung kubalas dengan makian mulai dari nama-nama hewan hingga alat kelamin manusia. Karena dia minta telepon ke nomor tertentu, maka SMS makian juga kukirim ke nomor yang disebutkan.

Bagi Anda pembaca setia blog ini, cara mudah untuk memastikan apakah orang-orang yang meminta uang atau mengabarkan sesuatu memang betul menggunakan akun media sosial mereka sendiri atau kenal dengan Anda adalah dengan menanyakan beberapa hal yang berkaitan dengan si penipu. Tanyakan pada si penipu, apakah kenal dengan suami, istri atau anak Anda, tanyakan dia sekolah di mana, tanyakan hal-hal penting yang mungkin pernah kalian (Anda dan penipu) lakukan bersama.

Jika si penipu tak menjawab, itulah tanda-tanda permintaan pulsa atau uang hanyalah penipuan. Jangan langsung panik, apalagi menelepon kembali/mengangkat telepon. Ada korban yang justru tertipu setelah menelepon si penipu.(*)

(Berikut kutipan percakapanku dengan Rurita Ningrum Palsu melalui Messenger Facebook)

Minggu

Rurita Ningrum 27/09/2015 9:15

Trully.. lg dimana skrng?

 

Truly Okto Purba 27/09/2015 9:17

Lg gereja kak

 

Rurita Ningrum 27/09/2015 9:18

oh rncana mau mnta tolong sbntar klo bisa

 

Truly Okto Purba 27/09/2015 9:18

Entar lagi kak keluar. Aku duduknya di sudut

 

Rurita Ningrum 27/09/2015 9:20

bisa titip belikan voucer sbntar, buat paket intrnet nnti diganti lg

 

Truly Okto Purba 27/09/2015 9:31

Voucher harga berapa?

 

Rurita Ningrum 27/09/2015 9:31

smartfren yg 50rb,

 

Truly Okto Purba 27/09/2015 9:34

Lho kakak kan pake simpati. Penggila simpati. Kok malah pake smartfren. Kakak simana skrg rupanya?

 

Rurita Ningrum 27/09/2015 9:35

iya.. tp ini buat modem laptop

 

Truly Okto Purba 27/09/2015 9:38

Ooo berapa nomor smartfrennya

Cukup 50 ribu? Enggak 100 ribu ajjahhhh

 

Rurita Ningrum 27/09/2015 9:38

ini no nya 088271074840

 

Truly Okto Purba 27/09/2015 9:39

Oke kak . entar ya. Btw kak apa kabar si pipi donat? Kenal kakak pipi donat kan?

Sms kan nama lengkapnya si pipi donat kak. Karena dia mennag lomba melukis di kantor. Jadi mau kami bikin namanya di sertifikat. Sms kan ya kak. Entar lagi keluar gereja kuisikan paket modemnya

 

Rurita Ningrum 27/09/2015 9:43

ya bentar,

 

Truly Okto Purba 27/09/2015 9:45

Oke kak. Entar ya kak. Habis gereja kukirim pulsa paketnya. Karena aku yg bertugas ngumpulkan kolekte kak. Jadi tak mungkin kutinggalkan. Hilang nanti uang ini. Sms kan ya kaknama si pipi donat

 

Truly Okto Purba 27/09/2015 10:29

Kak. Udah kukirim pulsanya ya

 

Truly Okto Purba 27/09/2015 10:38

Cek pulsanya ya kak. Entar diambil setan lho pulsanya. Wkwkwkkw

Dilihat Min 10:38

3 responses to “Mempermainkan Penipu di Messenger Facebook

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s