Meri Suryati Sinaga dan Nissan X-Trail

SAYA dan keluarga Meri Sinaga dan suami berfoto di depan mobil All New Nissan X-Trail yang diraihnya dari undian Bimoli, Selasa (27/10/2015). (FOTO: BESLY SITINJAK)

SAYA dan keluarga Meri Sinaga dan suami berfoto di depan mobil All New Nissan X-Trail yang mereka raih dari undian Bimoli, Selasa (27/10/2015). (FOTO: BESLY SITINJAK)

MELIPUT orang-orang yang memenangkan hadiah besar dari berbagai jenis undian dan promo yang digelar berbagai perusahaan buka sekali dua kali bagi saya. Sebagai jurnalis, selalu ada rasa penasaran hebat yang beputar-putar di alam pikiran saya untuk mencari tahu perasaan mereka ketika memenangkan undian tersebut atau apa mimpi mereka sebelumnya.

Sederhana sekali kedengarannya bukan? Begitulah. Memang hampir tak ada pertanyaan-pertanyaan dahsyat yang muncul saat meliput orang-orang beruntung seperti ini. Pertanyaannya selalu berputar-putar di persoalan perasaan, mimpi atau mau dikemanakan hadiah tersebut.

Tapi bagi saya, selalu ada pesan baik yang bisa saya dan mungkin orang lain ambil saat melipuit dan membaca kisah seperti ini. Apa itu?  Nanti dulu. Sebelumnya, saya bercerita sebentar tentang Meri Suryati Sinaga. Meri, usianya 35 tahun saat saya mewawancarainya di rumahnya, di Jl Luku II Medan, Selasa (27/10/2015). Meri adalah pemenang undian Kilau Semangat Kejutan Bimoli 2015, sebuah promo dari Minyak Goreng Bimoli yang berlangsung sejak tanggal 1 September hingga 30 November 2015. Promo ini berlaku nasional. Promo ini memperebutkan 10 unit mobil All New Nissan X-Trail dan 100 unit motor Suzuki Address yang diundi setiap minggunya.

Apa komentar Meri tentang keberuntungan yang diraihnya? Saya sudah menduga seperti apa jawabannya saat kaki saya menghidupkan motor yang akan saya pakai sebagai kendaraan untuk berangkat ke kediamannya. Meri bercerita, dirinya sama sekali tak berharap memenangkan undian dari minyak goreng Bimoli. Meri mengaku, kalau beberapa bulan sebelumnya, dia dan suaminya, Mangido Asi Tumanggor mempunyai mimpi yang hampir sama. “Saya mimpi naik balon gas. Sedangkan suami mimpi naik pesawat. Mungkin inilah tandanya ya,” kata Meri.

Meri bercerita, dirinya mengirimkan kode unik 11 digit yang ada di bagian depan kemasan isi ulang Bimoli hanya untuk menyenangkan anaknya yang paling besar Indira. “Dia yang minta agar saya mengirimkan kodenya. Itupun hanya saya kirim satu SMS saja. Saya kirim tanggal 10 Oktober 2015 sekitar pukul 14.30 WIB dan kemudian ditelepon pihak Bimoli hari Kamis pagi tanggal 15 Oktober 2015,” kata Meri.

Seperti yang dialami banyak pemenang undian, saat ditelepon pihak Bimoli dari Jakarta, semula Meri tidak yakin. Pihak Bimoli, kata Meri meneleponnya hanya untuk mencocokkan data pribadi dan kemudian meminta dikirimkan foto melalui Whatsapp. Tetapi karena dirinya tak tahu aplikasi Whatsapp, pihak Bimoli pun tak memintanya lagi.

“Siang harinya, barulah datang pihak Bimoli Medan ke rumah. Waktu itu mereka tidak bilang mau dapat mobil. Karena ka nada hadiah motor juga. Barulah keesokan harinya, setelah salat Jumat, pihak Bimoli datang ke rumah dan membawa mobil. Ternyata saya mendapat mobil,” kata ibu dari Indira (4) dan Joice (2) ini haru.

Meri mengaku belum menentukan mau diapakan mobil seharga Rp 400 juta tersebut, apakah akan dipakai sehari-hari atau dijual. Menurutnya, mobil tersebut adalah pemberian Tuhan dan dia akan meminta petunjuk dari Tuhan terkait mobil tersebut. Hal senada juga disampaikan Mangido. Menurut Mangido, mobil tersebut adalah rezeki istri dan anaknya. Karena itu Mangido meyerahkan sepenuhnya ke istri anak-anaknya, mau diapakan mobil tersebut.

Sekilas, saya melihat keluarga Meri bukanlahlah keluarga dengan keadaan ekonomi yang sulit. Meskupun Meri hanya sebagai ibu rumah tangga, tetapi suaminya mempunyai pekerjaan, yang menurut pandangan saya, cukup mapan, pengawas bangunan di sebuah perusahaan property. Rumah tempat Meri tinggal adalah rumah beton dan menurut perkiraan saya, rumah dengan model begini bukan masuk kategori miskin oleh Badan Pusat Statistik (BPS).

Lalu pesan baik apa yang bisa diambil dari keberuntungan Meri? Saya percaya setiap orang punya rezeki yang tak pernah bisa diduga-duga. Terlepas bagaimana cara Tuhan memberikannya, apakah lewat cara instan seperti undian-undian atau cara lain yang butuh kerja keras. Jujur, saya memang tak pernah pernah memenangkan undian dengan model begini. Meskipun pernah mencobanya, tapi saya tak pernah seberuntung Meri. Akhirnya saya sampai pada kesimpulan yang meungkin terlalu dini, rezeki tak terduga saya mungkin bukan dari sini.

Bagi Anda yang menaruh harapan seperti Meri, tetaplah memelihara asa tersebut. Siapa tahu keberuntungan justru ada di pihak Anda, entah hari ini, besok atau lusa.

Pesan baik selanjutnya adalah, saya mungkin tak ada bosan untuk meliput orang-orang beruntung seperti ini, apalagi kalau kehidupan ekonomi mereka tidak seberuntung Meri. Selalu ada angle bagus yang bisa bisa saya jadikan cerita. Satu lagi, saya membayangkan nama suami Meri, “Mangido Asi” sepertinya sepertinya menjadi penanda untuk rezeki keluarga ini. Jika diartikan ke bahasa Indonesia, “Mangido Asi” ini berarti “Meminta Kemurahan”. Siapapun boleh percaya boleh tidak. Tapi saya percaya kalau nama adalah berkat dan “petunjuk” dariNYA. Itulah yang bmungkin sedang dialami keluarga ini.(*)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s