Sebab Modal Wirausaha Tak Hanya Uang Semata

19 Desember 2015-Berwirausaha Tak Harus dengan Modal Besar (4)

SALIMIN Djohan Wang (tengah), pengusaha sekaligus akademisi di kota Medan saat menjadi pembicara dalam  Kuliah Umum “Menjadi Wirausahawan Andal Menuju MEA 2015” yang diselenggarakan Departemen Manajemen Fakultas Ekonomi Unika Santo Thomas Medan, Jumat (23/10/2015). (FOTO: TRULY OKTO PURBA)

SALIMIN Djohan Wang, itu nama pengusaha sekaligus akademisi yang mengisi Kuliah Umum “Menjadi Wirausahawan Andal Menuju MEA 2015” di kampus tempat saya mengajar, Unika Santo Thomas Medan, Jumat (23/10/2015) lalu. Saya sudah cukup lama mengenal beliau sebagai seorang pengusaha yang cukup dikenal di kota ini. Dialah pemilik beberapa unit usaha seperti warung kopi, pengusaha properti, toko perabot dan distributor penyaring air. Hobinya mengendarai motor gede hingga meraih rekor MURI juga membuat namanya cukup dikenal. Tak cukup jadi pengusaha, beliau juga berbagi ilmu dengan menjadi staf pengajar di beberapa perguruan tinggi terkemuka di kota ini.

Saya beruntung bisa menjadi satu dari ratusan peserta yang mendengarkan “ceramah” dan motivasi yang beliau berikan. Beliau berbagi kiat kepada peserta tentang dunia usaha, masyarakat ekonomi ASEAN (MEA) dan kiat-kiat berwirausaha. Semuanya berangkat dari pengalamannya saaat memutuskan untuk berwirausaha dengan modal kecil belasan tahun yang lalu.

Saya terkesima dengan pengalaman-pengalaman hidupnya yang merupakan campuran kegetiran hidup, perjuangan dan akhirnya berujung pada keberhasilan. Dari perjuangan hidupnya, beliau mengajak peserta agar memulai usaha tidak harus dengan yang besar. Misalnya tidak harus di toko yang besar atau tidak harus punya usaha sendiri. Beliau mengatakan, wirausaha sejatinya tidak hanya berkaitan dengan usaha, tetapi dimaknai sebagai usaha yang terus diperjuangkan sampai akhirnya memberikan laba, kesenangan dan kebanggaan.

Dengan kita mau merapikan buku-buku di perpustakaan atau membantu mencuci piring di kantin fakultas merupakan bentuk dari wirausaha. Beliau menyebut demikian karena wirausaha erat kaitannya dengan kemampuan manajerial. Artinya kemampuan manajerial kita cukup baik karena sangat menghargai waktu. Artinya waktu kita bermanfaat 100 persen untuk diri kita dan orang lain. Kita pun berhasil membantu orang lain. Sesederhana itu.

Menurut beliau, kalaupun belum memiliki toko yang besar, mulailah dengan membuka usaha di tempat yang tidak mengeluarkan banyak biaya, contohnya di garasi rumah ataupun di kamar kos. Banyak bentuk usaha yang bisa dijalankan. Caranya baca buku, lihat informasi di google atau lihatlah peluang yang ada di sekitar.

“Kalau mau serius dan belajar, banyak usaha dengan modal kecil yang bisa dijalankan. Yang penting banyak mencari informasi, dan jangan sia-siakan waktu empat tahun hanya kuliah saja,” ujarnya.

Beliau mengatakan, dunia usaha adalah dunia yang tidak ada basa basi, artinya dunia yang serius dan hanya ada kalah dan menang. Bagi siapapun yang ingin terjun ke dunia usaha dan menjadi seorang wirausaha, maka carilah sesuatu yang berbeda yang menjadi fokus usaha, jangan mengikuti arus dan jangan mau berkumpul memperebutkan kue-kue yang telah dikerumuni banyak orang. Carilah sesuatu yang berbeda, sekecil apapun yang berbeda itu pasti ada. Dengan demikian, kita bisa berhasil di dunia usaha

Terakhir, bagi yang ingin menjadi wirausaha, beliau menegaskan, agar jangan putus asa meskipun belum punya talenta. Menurutnya, semua pekerjaan atau profesi bisa dikerjakan asalkan mau dididik. Kenapa banyak yang menolak menjadi wirausaha karena tidak berani mengurai risiko yang ada di depannya. “Kebanyakan sudah kalah duluan karena berpikir tidak ada uang sebagai modal. Saya tegaskan, modal tidak hanya uang semata. Tetapi apapun yang ada dipikiran Anda adalah modal. Kemudian gabungkanlah yang ada pada pikiran tersebut dengan sumber daya, tenaga, dan inovasi sehingga orang menebusnya dengan rupiah,” katanya.

Sedari dulu, jujur saya sudah punya niat untuk mencoba berwirausaha. Namun, kekhawatiran lebih menguasai alam pikiran saya hingga akhirnya niat pun terkalahkan. Ada banyak pertimbangan tentunya. Tapi setidaknya, pemaparan beliau setidaknya membuat saya untuk terus menguatkan niat dan kemudian mewujudkannya, cepat atau lambat.(*)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s