Begini Rasanya Mengajar di Depan Anak TK

17 Maret 2016-Saat Aku DIpanggil Ayah Oleh Anak-anak ini (kecil)

SAYA memandu dan memberikan ceramah saat menerima kunjungan siswa/i TK Balita Schooling Medan, di ruang redaksi Harian Tribun Medan, Senin (17/3/2014). (FOTO: RISKI CAHYADI)

HARI Kamis (17/3/2016), notifikasi saya di Facebook diingatkan lewat fitur “Anda memiliki kenangan bersama….. untuk dilihat kembali hari ini.”. Hampir setahun terakhir, saya berlangganan fitur ini. Lewat fitur ini saya bisa melihat postingan saya hingga beberapa tahun ke belakang.

Saya melihat notifikasi di wall Facebook saya dan melihat fitur dimaksud. Dua tahun lalu, tepatnya tanggal 17 Maret 2014, saya memposting foto-foto saya saat menerima kunjungan siswa/i TK Balita Schooling Medan di dapur redaksi Harian Tribun Medan. Harian Tribun Medan memang memiliki program Tamu Tribun. Lewat Tamu Tribun ini, seluruh pihak diajak untuk menjadi tamu Tribun Medan dan berdikusi berbagai topik yang sedang aktual saat itu. Tamu Tribun juga mengajak siapapun untuk berkunjung melihat dapur redaksi Harian Tribun dan berdiskusi mengenai proses penerbitan harian Tribun Medan.

Seperti biasa, berhubung tanggal 17 Maret 2014 adalah hari Senin dan saya mendapat giliran piket redaktur di redaksi, maka saya yang diserahi tugas untuk menerima kunjungan siswa/I TK Balita Schooling Medan tersebut. Bagi saya menerima kunjungan pelajar dan mahasiswa bukanlah perkara sekali dua kali. Saya relative tidak menemukan kesulitan karena yang pelajar yang datang semuanya duduk di bangku SMP dan SMA. Secara umum tak sulit untuk berkomunikasi dengan mereka dan menjelaskan bagaimana Tribun Medan diterbitkan. Bagaimana mencari berita, bagaimana menulis berita dan lain-lain.

Tapi terasa berbeda saat saya menerima kunjungan sekitar 30-an siswa/I TK Balita Schooling Medan tersebut. Tak mudah berbicara di depan anak-anak ini dan meminta mereka agar mendengarkan saya berbicara. Saya sepertinya dianggap tak ada oleh mereka. Saya bahkan sampai harus bertopang dagu karena mereka asyik dengan dunia mereka sendiri. Bercerita dengan teman-temannya, rebut memanggil guru mereka yang mereka panggil Ayah (guru laki-laki) dan Bunda (guru perempuan). Ada juga siswa yang menangis dan menjulurkan lidah dengan maksud mengejek teman-temannya. Semuanya kompleks.

17 Maret 2016-Saat Aku Dipanggil Ayah Oleh

Saya sempat bertopang dagu melihat tingkah laku siswa/i ini saat menerima kunjungan mereka di ruang redaksi Harian Tribun Medan, Senin (17/3/2014). (FOTO: RISKI CAHYADI)

Menariknya lagi, saya juga dipanggil Ayah oleh mereka. Pertanyaan yang mereka sampaikan pastinya dengan gaya khas anak-anak, apa adanya dan cenderung tak nyambung tapi saya pastikan pertanyaan mereka berisi bobot penasaran dan rasa ingin tahu yang tinggi. Untuk itu saya harus memberikan jawaban yang khas anak-anak. Menyampaikan jawaban dengan style anak-anak agar mereka terhibur. Terkadang saya harus menempelkan kedua telapak tangan di pipi saat menjawab pertanyaan, style ala Chibi-chibi gitulah.

“Ayah, apa di koran Tribun ada gambar mobilnya?” itu salah satu pertanyaan mereka.

Saya agak-agak kagetlah. Sambil membuka-buka koran dan perasaan sok tahu, saya menjawab “Ada abi (kebetulan si anak akrab dipanggil abi)”. Nah, akhirnya ketemulah ada gambar iklan jual beli mobil. “Nah, ini kan ada gambar iklannya. Abi punya mobil-mobilan apa di rumah?”

Ah, sepertinya jawaban saya tidak nyambung. Apa hubungannya iklan mobil dengan punya mobil-mobilan apa di rumah. He…

Selama hampir satu jam memandu mereka, saya langsung terbayang betapa susahnya dulu guru TK dan  gurus SD saya di kelas I dan II membimbing saya. Karena saya agak cerdas sedikit, mungkin tak begitu sulit ya. He…Sekali lagi, secara keseluruhan sangat menarik. Berbicara di depan orang dewasa dan anak-anak punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Terima kasih anak-anak.(*)

2 responses to “Begini Rasanya Mengajar di Depan Anak TK

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s