Oleh-oleh dari Gunung Kerinci, Bersantai di Padang Sebelum Pulang ke Medan (10)

29 Juli-11 Agustus 2016-Oleh-oleh dari Kerinci-Bagian 10 (6)

AKU berdiri di stasiun kereta Tabing, Padang sebelum berangkat menuju Pantai Gandoriah, Padang Pariaman, Minggu (8/5/2016). (FOTO: NOVITA SIMAMORA)

HARI Sabtu (7/5/2016), kami melanjutkan perjalanan menuju kota Padang sekitar pukul 23.00 WIB. Jika sebelumnya dari Padang ke Jambi, kami berenam di dalam mobil yang kami carter, maka ketika pulang dari Jambi ke Padang, kami jadinya bertujuh. Seorang teman pendaki dari Medan, Christian yang bertemu saat pendakian ke Gunung Kerinci ikut menumpang di mobil. Karena masih terbawa rasa lelah saat pendakian ke Gunung/Danau Gunung Tujuh, kami tak banyak bercerita selama di mobil. Kami memilih untuk tidur.

Kami tiba di Padang, Minggu (8/5/2016) sekitar pukul 07.00 WIB. Meskipun agenda utama (pendakian ke Gunung Kerinci dan Gunung Tujuh) sudah selesai, tapi kami tak langsung pulang ke Medan. Sesuai dengan agenda, kami sepakat pulang pada hari Senin (9/5/2016). Selama satu hari, kami ingin bersantai dahulu di Padang, keliling kota Padang dan sekitarnya, menikmati kuliner Padang dan berwisata ke tempat wisata di Padang.

Di Padang, kami menginap satu malam lagi di rumah Vela, teman baru yang kami temui saat pendakian di Gunung Kerinci. Vela adalah satu dari beberapa teman baru yang akrab dengan kami saat pendakian. Ya…cukup beruntung kami bertemu Vela.

Rumah Vela yang berada di kawasan Tabing, Padang cukup strategis. Rumahnya berada di pinggir jalan besar dan tak begitu jauh dari Bandara Minangkabau Padang. Kami cukup berterimakasih atas kesediaan Vela menampung kami satu malam. Kami tak perlu keluar uang untuk menginap di hotel yang ada di kota Padang. Begitu sampai di rumah Vela, ibunya sudah menyiapkan lontong sayur yang rasanya…aduh, nikmat sekali. Aku sampai tambah dua kali saking nikmatnya. Aku nambahnya diam-diam, malu kalau ketahuan. He…he…

Siangnya, sekitar pukul 14.00 WIB, kami sudah merencanakan berwisata ke Pantai Gandoriah, Padang Pariaman, sekitar 60 kilometer dari kota Padang. Kami berangkat siang karena menggunakan kereta api. Kami sengaja memilih menggunakan kereta api, karena kangen rasanya menggunakan moda transportasi darat tersebut. Sehabis makan siang, kami berangkat ke Pantai Gandoriah. Jarak rumah Vela ke stasiun kereta kereta Tabing hanya sekitar 1 kilometer.

29 Juli-11 Agustus 2016-Oleh-oleh dari Kerinci-Bagian 10

DI Pantai Gandoriah, Padang Pariaman. (FOTO: NOVITA SIMAMORA)

Kereta api yang kami tumpangi langsung berhenti di dekat Pantai Gandoriah Padang Pariaman. Waktu tempuhnya sekitar 1 jam 10 menit. Tak banyak aktivitas yang kami lakukan di pantai. Kami pesan makanan ringan dan teh manis dingin dan duduk-duduk santai di kursi yang ada di tepi pantai. Kami memilih tidak mandi karena air pantai yang kurang bersih saat itu.

Kami begitu asyiknya bercengkrama di pantai, hingga tak sadar kami melewatkan kereta api trip terakhir menuju Padang. Jarum jam sudah menunjukkan angka tujuh. Karena kereta api tak ada, kamipun harus naik bus umum rut eke Padang. Sialnya, bus umum pun sudah tak ada lagi. Kami terpaksa urunan dengan belasan mahasiswa Universitas Negeri Padang (UNP) mencarter bus ukuran sedang ke Padang. Kebetulan si mahasiswa tersebut juga kemalaman pulang dari Pantai Gandoriah. Ongkosnya memang sedikit lebih mahal. Tapi waktu tempuhnya relatif sama dengan waktu tempuh kereta api, sekitar satu jam.

Kami tiba kembali di Padang pukul 19.45 WIB. Sehabis makan malam, kami tak mau menghabiskan waktu sia-sia. Kami langsung tidur karena besok pagi, Senin (9/5/2016), sudah harus pulang ke Medan.

DCIM100MEDIA

BERSAMA teman-teman di Pantai gandoriah, Padang Pariaman. (FOTO: TIM KERINCI MEDAN)

DCIM100MEDIA

BERSAMA teman-teman di Pantai gandoriah, Padang Pariaman. (FOTO: TIM KERINCI MEDAN)

DCIM100MEDIA

BERSAMA teman-teman di Pantai gandoriah, Padang Pariaman. (FOTO: TIM KERINCI MEDAN)

DCIM100MEDIA

BERSAMA teman-teman di Pantai gandoriah, Padang Pariaman. (FOTO: TIM KERINCI MEDAN)

DCIM100MEDIA

BERSAMA teman-teman di Pantai gandoriah, Padang Pariaman. (FOTO: TIM KERINCI MEDAN)

Senin (9/5/2016) adalah hari terakhir di Padang. Semua perlengkapan sudah selesai dipacking ke carier masing-masing. Ibunya Vela masih sempat menyediakan sarapan lontong sayur sebelum kami pulang. Pukul 09.00 WIB, kami berpamitan kepada Vela dan keluarga, tentu diiringi ucapan terima kasih yang teramat sangat. Sedih campur bahagia rasanya meninggalkan kota Padang. Kami pulang menggunakan pesawat yang berbeda, sebagian Sriwijaya Air dan sebagian lagi Lion Air, tetapi jam keberangkatannya relatif sama, pukul 11.00 WIB.

Pesawat yang membawa kami tiba kembali di Bandara Kualanamu pukul 12.00 WIB. Seiring dengan ketibaan di Medan, maka berakhirlah pendakian kami di Gunung Kerinci dan Gunung Tujuh. Bangga dan haru rasanya bisa menjejakkan kaki di dua gunung tersebut dengan keadaan yang relatif kuat dan sehat. Kami senang, karena bisa bertemu dengan kawan-kawan baru yang menyambut dengan hangat dan bersahabat. Kami menaruh doa dan harapan, semoga petualangan yang sama bisa terulang kembali di destinasi yang berbeda.(*/bersambung)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s