Oleh-oleh dari Dolok (Gunung) Singgalang, Kampung Kasemak yang Tak Lagi Penghasil Buah Kesemek (2)

20160813_174844

SALAH satu sudut jalan Kampung Kasemak, kecamatan Silimakuta, Kabupaten Simalungun. Kampung Kasemak dulunya dikenal sebagai penghasil buah kesemak. (FOTO: TRULY OKTO PURBA)

DESA terdekat dari Dolok Singgalang adalah Kampung Kasemak. Kampung Kasemak ini berada persis di kaki Dolok Singgalang. Karena merupakan desa terdekat, suasana di Kampung Kasemak tergolong cukup asri. Warna hijau yang terlihat dari pohon-pohon di hutan Dolok Singgalang menambah keasrian Kampung Kasemak. Keberadaan pohon yang masih asri ini juga yang menurut saya, membuat cuaca di Kampung Kasemak menjadi sejuk.

Rasa penasaranku muncul ketika Bang Purba yang ikut menemani kami mendaki Dolok Singgalang mengatakan, kalau kami berada di Kampung Kasemak. Saya tanyakan kepadanya, kenapa namanya Kampung Kasemak. Bang Purba menjawab singkat, “Dulunya kampung ini merupakan daerah asal buah Kasemak. Makanya diberi nama Kampung Kasemak.”

10953675_1205712929445331_2090760132_n

BUAH kesemak/kesmak/kasmak. (FOTO:INSTAGY.COM)

Menurut https://id.wikipedia.org/wiki/Kesemek, kesemek/kasmak/kesmak adalah nama sejenis buah-buahan dari marga Diospyros. Tanaman ini dikenal pula dengan sebutan buah kaki, atau dalam bahasa Inggris dinamai Oriental (Chinese/Japanese) persimmon. Nama ilmiahnya adalah Diospyros kaki. (‘Kaki’, bahasa Jepang, adalah nama zat tanin yang dihasilkan buah ini).

Bang Purba mengatakan,  kejayaan Kampung Kasemak sebagai penghasil kasemak tidak terjadi lagi saat ini. Nyaris, tak ada lagi warga yang menanam buah kesemak. Sebagian besar sudah berganti ke tanaman lain seperti kopi, jeruk dan sayur-sayuran. Apa yang disampaikan Bang Purba ada benarnya. Saat menyusuri jalan di Kampung Kasemak, aku melihat lading-ladang milik warga di sekitar rumah ataupun di kaki Dolok Singgalang yang ditanami kopi, jeruk dan sayur-sayuran.

20160813_173937

TANAMAN jeruk milik petani di lereng Gunung (Dolok) Singgalang, Kampung Kasemak, Silimakuta, kabupaten Simalungun. (FOTO: TRULY OKTO PURBA)

20160813_173823

TANAMAN jeruk milik petani di lereng Gunung (Dolok) Singgalang, Kampung Kasemak, Silimakuta, kabupaten Simalungun. (FOTO: TRULY OKTO PURBA)

Pernyataan Bang Purba ini juga dibenarkan kakak kelas saya di FE Unika Santro Thomas Medan, Donald Girsang. Menurut Donald, apel Saribudolok adalah nama keren dari buah kesemek/kesmak/kasmak ini. Tetapi sekitar tahun 1990-an, buah ini sudah tidak popular lagi.

“Oppung (kakek/nenek) saya yang berkampung di Saribudolok sudah mengalihkan tanaman dari kesemak ke jeruk pada akhir tahun 1980-an,” katanya.

Menurut Donald, ada alasan kenapa Opppungnya mengalihkan tanaman dari kesemak ke jeruk. Alasan tersebut adalah pasaran buah kesemak yang kurang bagus di Pematangsiantar. “Dulu kami suka buang-buang kesemak. Gak cocok di lidah. Dulu katanya orang Belanda yang mengawali menanam buah kesemak. Mungkin sama orang Belanda kesemaknya diolah menjadi jam/selai atau produk lainnya,” ujarnya.

Dikatakan Donald, buah kesemak agak kesat. Untuk mengatasi kesatnya, maka buah kesemak terlebih dahulu diperam dengan sekeliling buah yang dilapisi kapur atau direndam air garam. “Kesatnya memang hilang, tetapi manisnya kurang suka. Kalau kami lagi acara di kampong (Saribudolok) kami panenlah  kesemak untuk main lempar-lemparan sama sepupu-sepupu. Jadi terbuang buahnya, he…he…he…,” kenang Donald.

Buah keemak kini tak lagi menjadi buah andalan petani di Kampung Kasemak, kecamatan Silimakuta, Kabupaten Simalungun. Perkembangan tradisi, pasaran dan trend, sepertinya menjadi faktor yang membuat petani di Kampung Kasemak mengalihkan tanaman buah kesemak ke tanaman lain seperti jeruk dan kopi.

Kampung Kasemak kini tak lagi menjadi penghasil buah kesemek/kesmak/kasmak yang dulu sempat melegenda. Tapi percayalah, masih banyak alasan yang membuat siapapun pantas datang ke Kampung Kasemak, mulai dari buah jeruknya yang manis, buah kopinya yang harum dan satu lagi, Dolok Singgalang yang cukup menantang untuk didaki.(*/bersambung)

2 responses to “Oleh-oleh dari Dolok (Gunung) Singgalang, Kampung Kasemak yang Tak Lagi Penghasil Buah Kesemek (2)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s