Oleh-oleh dari Dolok (Gunung) Singgalang, Hati-hati Tumbuhan Berduri, Jangan Asal Pegang (3)

29-31 Agustus 2016-Oleh-oleh dari Dolok Singgalang-Bagian 3

BUAH pohon haruntang dengan rambut di sekeliling buah yang merupakan duri yang cukup tajam.(FOTO: HENDY PERNANDO)

29-31 Agustus 2016-Oleh-oleh dari Dolok Singgalang-Bagian 3 (4)

BUAH pohon haruntang dengan rambut di sekeliling buah yang merupakan duri yang cukup tajam.(FOTO: HENDY PERNANDO)

BERANEKA ragam tumbuhan dari berbagai spesies tumbuh di hutan dan bisa ditemui saat mendaki Gunung (Dolok) Singgalang, kecamatan Silimakuta, kabupaten Simalungun. Sepanjang pengalaman naik gunung, aku melihat kalau tumbuhan yang tumbuh di hutan-hutan relatif mirip. Misalnya pandan hutan, pakis hutan, keladi hutan, rotan atau berbagai jenis pohon. Di hutan yang ada di Dolok Singgalang, tumbuhan seperti pakis hutan, keladi hutan dan rotan bisa ditemukan dengan mudah.

Tumbuhan rotan termasuk dalam jenis tumbuhan yang berduri yang selalu ditemukan di hutan. Duri-duri kecil dan runcing yang berada di sisi pohon kerap menjadi penghalang para pendaki saat mendaki gunung. Di hutan yang ada di Dolok Singgalang, tumbuhan berduri menjadi pembeda dibandingkan hutan-hutan gunung lainnya.

Di hutan yang ada di Dolok Singgalang, ada dua tumbuhan berduri yang lebih banyak tumbuh di gunung Singgalang dan tidak akan ditemukan di hutan-hutan gunung lainnya. Dua tumbuhan berduri tersebut adalah haruntang dan tatada.

Tak ada literatur yang mendukung penjelasan tentang haruntang dan tatada ini. Aku sudah mencari lewat google, tetapi informasi yang disampaikan nihil. Informasi yang kudapatkan hanya bersumber dari Bang Purba, yang ikut menemani kami mendaki Dolok Singgalang, Sabtu (13/8/2016) lalu. Selain itu ada juga tambahan informasi dari teman-teman di facebook saat aku memposting foto tumbuhan tersebut.

Haruntang adalah nama yang diberikan untuk salah satu tumbuhan berduri di hutan di Dolok Singgalang. Tumbuhan ini juga kerap disebut pohon haruntang. Tinggi pohon haruntang bisa mencapai tiga hingga lima meter. Sedangkan diameternya antara 10 hingga 15 centimeter. Haruntang mempunyai buah yang wujudnya seperti rambutan. Jika sudah tua, maka buah haruntang akan jatuh ke tanah.

Nah, rambut dari buah haruntang inilah yang sebenarnya merupakan duri. Ketika pendaki tidak memakai penutup kaki saat mendaki Dolok Singgalang, maka rambut (duri) buah haruntang dengan mudah menusuk kulit kaki. Rasanya? Lumayan sakit. Aku dan teman Helmy yang kebetulan mendaki tanpa sepatu merasakan kesakitan itu. Bagian kaki kami yang tidak tertutup sempurna dengan mudah tertusuk rambut (duri) buah haruntang.

Tumbuhan berduri kedua adalah tatada. Sering juga disebut pohon tatada. Pohon tatada ini tingginya mulai dari dua meter. Diameter pohonnya tak besar, antara 3 hingga 5 centimeter. Pada batang pohon tatada inilah terdapat duri yang cukup runcing. Panjang durinya kuperkirakan antara 2 hingga 3 centimeter.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Karena warna duri dan batang pohon tatada ini relatif sama, maka potensi untuk menciderai tangan pendaki cukup besar. Artinya, kalau pendaki tak hati-hati mencari pegangan dan tidak jeli melihat duri di pohon tatada, maka besar bisa saja tangan pendaki sudah menggengam duri di pohon tatada. Aku sendiri tak sampai memegang duri pohon tatada saat mendaki Dolok Singgalang.

Jadi, bagi kamu yang kebetulan ingin mendaki Dolok Singgalang, hati-hatilah terhadap keberadaan tumbuhan di hutan yang akan kamu lalui ya. Jangan sembarang memegang. Jangan sampai pendakianmu terhalang hanya karena kaki yang tertusuk duri pohon haruntang atau duri pohon tatada.(*/bersambung)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s