6 Tahun Tribun Medan: Prinsip Keterbukaan di Newsroom Tribun Medan

22-september-2016-prinsip-keterbukaan-di-newsroom-2

NEWSROOM Tribun Medan yang terletak di lantai 3 Gedung Kompas Gramedia (KG) Medan. (FOTO: T AGUS KHAIDIR)

22-september-2016-prinsip-keterbukaan-di-newsroom-3

NEWSROOM Tribun Medan yang terletak di lantai 3 Gedung Kompas Gramedia (KG) Medan. (FOTO: T AGUS KHAIDIR)

SETIAP kali membaca harian Tribun Medan, barangkali sebagian dari Anda bertanya, di manakah kami proses (kerjakan) segala hal yang berkaitan dengan penerbitan Tribun Medan tersebut. Boleh disebut, lebih dari 50 persen proses penerbitannya, kami kerjakan di ruang yang bernama newsroom.

Apa itu newsroom? Dalam pengertian yang sederhana, newsroom diartikan sebagai ruang pemberitaan, ruang wartawan ataupun ruang redaksi. Seperti yang telah dikemukakan di atas bahwa lebih dari 50 persen proses penerbitan harian tribun Medan dikerjakan di newsroom, maka dapat dipahami begitu vitalnya keberadaan newsroom ini. Jika diibaratkan tubuh, maka newsroom adalah jantungnya.

Lantas seperti apakah newsroom di harian Tribun Medan? Di Tribun Medan, newsroom terletak di lantai 3 Gedung Kompas Gramedia (KG), Jl. Wahid Hasyim No. 37 Medan. Newsroom merupakan satu dari beberapa ruang yang berada di ruang Divisi Redaksi. Selain newsroom, ruang-ruang lainnya yang terdapat di ruang Divisi Redaksi seperti yang sudah dijelaskan di postingan, Rabu (21/9/2016) adalah ruang information and technology (IT), ruang dokumentasi, ruang rapat, ruang pemimpin redaksi, ruang salat, gudang dan pantry.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Newsroom memiliki ukuran yang lebih luas dibandingkan ruang-ruang lainnya. Di newsroom ini terdapat puluhan komputer yang menjadi alat kerja utama reporter, redaktur, layouter, desain grafis dan sekretaris redaksi.

Newsroom Tribun Medan menganut prinsip keterbukaan. Prinsip ini antara lain diterapkan pada aksesoris kerja staf redaksi yang lebih terbuka. Meja kerja yang digunakan adalah meja kerja tanpa sekat antarkaryawan. Selanjutnya meja kerja staf redaksi juga mayoritas tidak mempunyai laci. Pemilihan meja kerja dengan kondisi seperti ini bukan tanpa alasan. Dengan meja kerja tanpa sekat, maka mencerminkan nilai-nilai keterbukaan yang wajib dijunjung oleh seluruh staf redaksi Tribun Medan. Satu sama lain harus saling berkomunikasi, jujur apa adanya dan tidak terkesan mementingkan diri sendiri (egois).

Lalu kenapa mayoritas meja tak ada lacinya? Hm…cukup geli jawaban untuk hal ini. Kenapa akhirnya diputuskan mayoritas tanpa laci, semata-mata untuk mengantisipasi perbuatan-perbuatan tidak terpuji para staf redaksi saat melaksanakan kerja-kerja jurnalistik.

Nah untuk menyimpan barang-barang pribadi para staf redaksi seperti gelas minum, sendok, pakaian ganti jika kehujanan saat ke kantor dan buku-buku pribadi, maka telah disediakan loker pribadi yang berada di sisi kanan newsroom.

Setiap hari, newsroom ini dipadati hingga 40-an staf redaksi bulai dari reporter, redaktur, koordinator liputan, manajer produksi, desain grafis, layouter, staf IT dan sekretaris redaksi. Aroma “kehidupan” di newsroom mulai terlihat sejak pukul 08.00 WIB dimana para staf redaksi edisi online Tribun Medan/www.tribun-medan.com sudah mulai bekerja. Barulah pada sore harinya, pukul 14.30 WIB, “kehidupan” di newsroom semakin “menjadi” karena staf redaksi edisi cetak sudah masuk kantor. “Kehidupan” baru meredup keesokan harinya sekitar pukul 01.00 WIB dinihari.(*)

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s