6 Tahun Tribun Medan: Konsep Easy Reading ala Tribun Medan

24-september-2016-konsep-easy-reading-tribun-medan

TAMPILAN rubrik utama Tribun Medan edisi Jumat, 23 September 2016 yang menampilkan konsep easy reading. Pada berita headline (utama) yang berjudul “Tax Amnesty Sumut Rp 1,152 T”, terdapat empat pendukung konsep easy reading, yakni: side bar, point to point (P2P), pull out dan nes analysis.

SEBAGAI koran yang terbilang baru di kota Medan, Tribun Medan tidak sekadar hadir untuk melengkapi keberadaan koran-koran yang telah lebih dulu terbit di kota Medan. Sejak pertama kali terbit tanggal 27 September 2016, Tribun Medan meneguhkan diri tidak sekadar meramaikan persaingan industri media cetak di Medan dan Sumatera Utara, tetapi menghadirkan konsep baru yang tidak dimiliki koran lain. Konsep baru inilah yang menjadi pembeda sekaligus menjadi keunggulan Tribun Medan.

Konsep yang diusung Tribun Medan tersebut adalah easy reading. Secara umum, konsep ini memang dipakai oleh semua koran Tribun di seluruh Indonesia yang berada dalam manajemen PT. Indopersda Primamedia (Persda Network), Divisi Koran Daerah Kompas Gramedia.

 Sesuai dengan namanya, easy reading, maka konsep ini bertujuan untuk memberikan kemudahan kepada pembaca dalam membaca sebuah koran. Pembaca menjadi cepat dan menyenangkan saat membaca koran. Konsep ini bisa terlihat dari penampilan dan perwajahan Tribun Medan.

Tampilan Tribun Medan hadir dengan tujuh kolom yang artinya “menabrak” aturan kolom di koran yang berlaku selama puluhan tahun, sembilan kolom. Dengan tampilan tujuh kolom, maka lebar koran Tribun Medan sedikit lebih kecil dibandingkan koran-koran masa lalu. Sedangkan dari sisi perwajahan, Tribun Medan hadir dengan sajian visul berupa foto dan infografis yang apik dan cantik.

Konsep ini lahir dilatarbelakangi perkembangan teknologi dan gaya hidup masyarakat urban. Perkembangan teknologi khususnya dalam hal desain dan tata letak saat ini menuntut koran-koran Tribun di Indonesia hadir dengan bentuk dan perwajahan yang benar-benar handy dan segar. Perkembangan teknologi saat ini mendukung koran untuk hadir dengan tampilan yang lebih kecil dibandingkan koran-koran masa lalu. Perkembangan teknologi khususnya dalam bidang desain grafis juga membuat Tribun Medan menampilkan perwajahan yang lebih segar lewat tampilan foto dan grafis di setiap halaman.

Gaya hidup masyarakat urban saat ini membuat informasi harus diperoleh dengan cepat. Masyarakat urban tak mempunyai waktu yang banyak untuk membaca koran setiap hari. Jika harus membaca utuh semua berita, maka hal itu adalah sebuah keniscayaan. Masyarakat urban saat ini hanya sekadar saja membaca berita, terkadang hanya membaca satu atau dua alinea saja. Bahkan hanya membaca judulnya saja. Karena itulah, dengan konsep easy reading, bagi masyarakat urban yang sangat sibuk, berita-berita Tribun Medan tak perlu dibaca sampai habis.

Mengapa tak perlu dibaca sampai habis? Hal ini dikarenakan, dalam setiap berita yang diterbitkan, Tribun Medan menghadirkan layout sebuah halaman (rubrik) yang tidak hanya berbentuk naskah berbentuk tulisan semata. Pada setiap berita yang diterbitkan (khususnya berita headline/utama), maka setidaknya ada lima pendukung yang dapat dimasukkan untuk melengkapi berita headline tersebut. Pendukung tersebut adalah side bar, point to point (P2P), news analysis, pull out dan foto.

Side bar secara sederhana dimaknai sebagai angle berita atau sudut pandang lain dalam sebuah pemberitaan. Side bar ini adalah berita yang topiknya masih berkaitan dengan berita headline, tetapi ditempatkan terpisah dari berita headline. Mengapa ditempatkan terpisah, agar kuantitas berita headline/utama tidak terlalu panjang, tidak terlalu padat dan mudah untuk dibaca.

Point to point (P2P) data-data penting yang diambil dari berita dan diletakkan terpisah dari berita tersebut. Agar visualnya semakin cantik dan menyenangkan dibaca, P2P tersebut dibuat berbentuk grafis yang dilengkapi dengan gambar-gambar yang mendukung P2P tersebut.

News analysis adalah tulisan berupa pendapat yang disampaikan para pakar untuk mengkritisi berita headline di sebuah rubric (halaman). Pakar-pakar yang dipilih oleh Tribun Medan untuk news analysis ini berasal dari latarbelakang yang berbeda, seperti akademisi, ketua-ketua organisasi kemasyarakatan, pimpinan lembaga swadaya masyarakat dan lain-lain.

Pull out memiliki tujuan yang sama dengan point to point (P2P). Pull out adalah pernyataan lisan dari narasumber berita headline yang dinilai menarik dan mewakili isu (tujuan) yang ingin disampaikan dalam berita.  Pull out diletakkan terpisah dari berita headline. Dalam setiap pemberitaaan, boleh terdapat lebih dari satu pull out.

Foto adalah nyawa sebuah berita. Akan lebih baik jika setiap berita dilengkapi dengan foto. Dengan adanya foto, pembaca semakin tertarik untuk membaca berita tersebut, membantu memberikan mutu pada berita dan membuat berita tampil semakin berita.

Nah, kelima pendukung inilah yang sebenarnya menjadi isi dari konsep easy reading ala Tribun Medan sehingga semakin mudah dan menyenagkan untuk dibaca. Namun, dalam proses kerjanya, terkadang tidak semua berita headline (utama) terdapat lima pendukung ini. Pengalaman saya, minimal ada dua pendukung yang melengkapi berita headline (utama) di setiap rubrik yang ada di Tribun Medan.(*)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s