6 Tahun Tribun Medan: Iklan, Semangat Kami, Hidup Kami

BISNIS media apapun itu, baik media cetak, media elektronik maupun media online, sangat bergantung kepada iklan sebagai sumber pendapatan. Bagi media cetak seperti Tribun Medan, maka iklan masih merupakan sumber pendapatan utama untuk membiayai proses produksi dan menghidupi ratusan karyawan yang bernaung di dalamnya.

Selain iklan, masih ada sumber pendapatan lain Tribun Medan, yakni event-event yang diselenggarakan oleh Tribun EO dan penjualan koran. Tetapi yang disebut belakangan (penjualan koran), belum bisa dijadikan sumber pendapatan yang menguntungkan, karena margin keuntungan yang diperoleh tidak sebanding. Harga jual koran yang hanya Rp 1.000 tidak sebanding dengan biaya produksi yang sudah melewati angka Rp 1.000. Sedangkan dari event-event juga tidak setiap saat ada. Dengan demikian, iklan masihlah menjadi sumber pendapatan utama yang menguntungkan.

Bagi kami, para karyawan Tribun Medan, iklan adalah semangat sekaligus hidup bagi kami. Semangat bagi kami untuk bekerja sebaik-baiknya dan menghasilkan produk yang berkualitas. Dengan begitu, iklan yang “mampir” pun selalu banyak. Iklan yang banyak adalah hidup kami. Dengan iklan yang banyak, dana yang masuk pun semakin besar dan hal tersebut tentu saja sangat besar artinya untuk kelanjutan hidup kami di Tribun Medan. He…he..he..

Bagi Anda pembaca setia Tribun Medan, saat membolak balik halaman demi halaman Tribun Medan, maka Anda dapat menemukan berbagai jenis iklan di setiap halaman Tribun Medan. Ada yang ukurannya kecil, sedang hingga besar. Ada yang iklannya berwana, ada yang hitam putih. Ada iklan yang hanya berisi gambar saja dengan sedikit tulisan, dan ada juga iklan yang hanya berbentuk tulisan, tanpa gambar sedikit pun. Ya, semua ini memang sudah ada ketentuannya dan disesuaikan dengan permintaan konsumen (pemasang iklan).

Nah, bagaimanakah proses kerja di Tribun Medan dalam mengorganisir iklan hingga diterbitkan di Tribun Medan? Berikut penjelasannya ya.

Sebelum diterbitkan, pengorganisasian iklan setidaknya harus melewati empat tahap yakni order pemasangan iklan, entry data iklan, penyusunan kavling iklan dan layout halaman.

26-september-2016-tentang-dummy-iklan-tribun-medan-2

TAHAP pertama dalam pengorganisasian iklan di Tribun Medan adalah order pemasangan iklan. (FOTO: TRULY OKTO PURBA)

Tahap pertama (order pemasangan iklan) adalah permintaan pemasangan iklan oleh klien atau pemasang iklan. Klien bisa datang ke kantor untuk memasang iklan atau melalui petugas iklan (account executive) Tribun Medan. Petugas iklan di kantor selanjutnya akan memuat order pemasangan iklan sesuai dengan permintaan klien misalnya, ukurannya berapa besar,, hitam putih atau berwarna dan ingin ditempatkan di rubrik apa.

Tahap kedua (entry data iklan) adalah pengaturan iklan yang akan diterbitkan setiap hari. Pengaturan ini menjadi tanggungjawab staf administrasi Divisi Iklan. Merekalah yang menentukan iklan apa yang berhak terbit keesokan harinya setelah mempertimbangkan permintaan klien (pemasang iklan), administrasi yang sudah dibayarkan dan kecocokan rubrik sebagai tempat ditempatkannya iklan.

Tahap ketiga (penyusunan kavling iklan) adalah menempatkan semua iklan yang telah dientry (dipasok) oleh staf administrasi iklan ke rubrik-rubrik (halaman) yang ada di Tribun Medan. Penyusunan kavling ini biasanya menjadi tanggungjawab desain grafis (DG) Divisi Iklan.Ukuran iklan yang diminta oleh klien dibuat perkiraan luasnya di dalam kavling iklan tersebut.

26-september-2016-tentang-dummy-iklan-tribun-medan-3

TAHAP ketiga dalam pengorganisasian iklan yakni penyunan kavling iklan. (FOTO: DOK TRIBUN MEDAN)

26-september-2016-tentang-dummy-iklan-tribun-medan

TAHAP ketiga dalam pengorganisasian iklan yakni penyusunan kavling iklan. (FOTO: DOK TRIBUN MEDAN)

Tahap keempat (layout halaman) adalah tahap terakhir yang akan menggabungkan berita dan iklan dalam satu rubrik (halaman). Dasar bagi staf redaksi untuk melakukan layout adalah kavling iklan dari DG Divisi Iklan. Sebagai contoh, di halaman 14. Di halaman 20 di atas, ada dua iklan dengan ukuran 3 x 200 BW (UPMI), dan ukuran 4 x 250 BW (travel). Artinya kedua iklan ini adalah iklan hitam putih (BW=black and white). Jika iklan berwarna maka diberi tanda FC (full colour). Sedangkan 3 x 200 menjelaskan lusnya. Angka tiga artinya lebarnya 3 kolom, sedangkan 200 artinya tinggi iklan yang mencapai 200 mm atau 20 cm. Sedangkan pemesan iklan ini adalah kampus UPMI.

Jika ditaksir, maka kedua iklan ini hampir menghabiskan 50 persen (setengah) dari area halaman. Maka dari itu, area halaman yang telah diisi iklan ini tidak bisa lagi diisi dengan berita. Area halaman yang masih dapat diisi dengan berita adalah area yang belum terdapat iklan. Selanjutnya, coba lihat, halaman 16, 17 dan  26. Di kavling iklan tersebut, semua area halaman berisi ikklan. Artinya, tak ada lagi berita yang bisa ditempatkan di rubric (halaman) tersebut. Berbeda halanya dengan halaman 18, 19, 21, 22, 24, 25 dan 27, sama sekali tidak ada iklan di rubrik (halaman) tersebut. Artinya, semua area halaman harus diisi dengan berita.

26-september-2016-tentang-dummy-iklan-tribun-medan-1

TAHAP keempat dalam pengorganisasian iklan yakni layout halaman yang menggabungkan iklan dan berita dalam satu rubrik (halaman). (FOTO: DOK TRIBUN MEDAN)

Nah, seperti itulah, penjelasan sederhana proses pengorganisasian iklan di Tribun Medan. Kesimpulannya, ada rubrik (halaman) yang sangat banyak iklannya, ada yang sedang-sedang saja, ada yang sedikit dan ada yang sama sekali tidak ada iklan. Kalau iklan di satu rubric (halaman) cukup banyak, biasanya bekerjanya lebih santai, karena tak perlu mengedit banyak berita untuk rubrik (halaman) tersebut. Beda halnya kalau sama sekali tak ada iklan. Artinya harus kerja lebih banyak untuk mengedit berita. He…he..he.. Itu dulu ya untuk kali ini, semoga penjelasan ini membuat Anda semakin cinta dengan Tribun Medan.(*)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s