6 Tahun Tribun Medan: Adakah Imbalan Untuk Menerbitkan Berita di Tribun Medan?

20160928_180315

PERATURAN Perusahaan Tribun Medan yang memuat aturan setiap karyawan dilarang menerima imbalan apapun dari narasumber dan dari siapapun untuk kepentingan pribadi dan atau kepentingan lain di luar kepentingan perusahaan. (FOTO: TRULY OKTO PURBA)

BUKAN sekali dua kali saya menerima pesan pendek (SMS), email, pesan di WhatsApp atau telepon dari pembaca atau narasumber yang ingin kegiatannya diliput dan diterbitkan di Tribun Medan. Meskipun posisi saya saat ini sebagai Redaktur dan lebih banyak menghabiskan waktu kerja di kantor, tetapi selalu saja ada pemintaan liputan dari pembaca atau narasumber yang mengenal saya. Sebagian dari mereka adalah narasumber-narasumber saya sewaktu masih menjabat sebagai Reporter di lapangan atau narasumber tersebut mendapatkan nama saya dari temannya yang kebetulan saya kenal.

Permintaan liputan dari mereka adalah sesuatu yang wajar menurut saya. Tetapi dari sekian banyak permintaan yang datang, ada beberapa hal yang selalu “mengganggu” hati nurani saya. Pertama, mereka menyampaikan pertanyaan seperti ini, “Apakah kami/saya harus membayar jika berita (liputan) kami ingin diterbitkan di Tribun Medan?”.

Selain pertanyaan, ada juga yang langsung memberikan pernyataan, “Oh ya, nanti tolong SMS kan nomor rekeningnya ya.”. Meskipun si narasumber tidak menyebutkan untuk apa nomor rekning tersebut, tapi siapapun yang berkecimpung di dunia jurnalistik, sudah paham kalau nomor rekening tersebut diminta untuk mentransfer sejumlah uang sebagai balas jasa atas pemuatan berita.

Lantas, bagaimanakah sebenarnya prosedur penerbitan berita di Tribun Medan, khususnya yang diminta oleh pembaca atau narasumber? Prinsipnya sederhana saja. Pada intinya semua berita (liputan) yang telah diliput jurnalis Tribun Medan di lapangan atau diminta khusus oleh pembaca dan mempunyai nilai berita (news value) yang menarik, maka berita tersebut pantas untuk dinaikkan (diterbitkan) di Tribun Medan, tanpa imbalan. Sekali lagi, tanpa imbalan. Imbalan tersebut baik yang berbentuk uang, barang atau fasilitas lainnya seperti voucher-voucher belanja, kunjungan wisata dan sejenisnya.

Setidaknya, ada dua acuan yang digunakan jurnalis Tribun Medan, sehingga tidak menerima imbalan dalam melam melaksanakan tugas jurnalistik yakni Kode Etik Jurnalistik (KEJ) yang disahkan tanggal 14 Maret 2006 dan Peraturan Perusahaan Tribun Medan.

Pada pasal 6 KEJ, disebutkan bahwa: “Wartawan Indonesia tidak menyalahgunakan profesi dan tidak menerima suap”. Penafsiran dari pasal ini adalah: (a) Menyalahgunakan profesi adalah segala tindakan yang mengambil keuntungan pribadi atas informasi yang diperoleh saat bertugas sebelum informasi tersebut menjadi pengetahuan umum dan (b) Suap adalah segala pemberian dalam bentuk uang, benda atau fasilitas dari pihak lain yang mempengaruhi independensi.

Pada Peraturan Perusahaan Tribun Medan, Bab III (Tata Tertib Perusahaan) bagian kedua tentang Larangan-larangan (Menerima Pemberian-pemberian) di pasal 10 ayat 1 disebutkan bahwa: “Setiap karyawan dilarang menerima untuk kepentingan pribadi dan atau kepentingan lain di luar kepentingan perusahaan, pemberian-pemberian dari pihak ketiga yang diketahui atau patut diduga ada hubungannya dengan kedudukan, pekerjaan atau jabatan karyawan di dalam perusahaan”. Ayat (2) Yang dimaksud dengan pemberian-pemberian dalam ayat (1) pasal ini, ialah pemberian-pemberian antara lain: dalam bentuk uang, barang, jasa, fasilitas, potongan harga dan komisi. Sedangkan ayat (3) Apabila pemberian tersebut tidak dapat ditolak, karyawan yang bersangkutan wajib segera melaporkan dan atau secara utuh menyerahkan kepada pimpinan unit kerja.

Dua acuan ini juga semakin diperjelas lewat pemberitahuan di box redaksi Tribun Medan (halaman 2 bagian bawah) yakni: “Wartawan Tribun Medan Selalu Dibekali Tanda Pengenal dan Tidak Diperkenankan Menerima/Meminta Apapun dari Narasumber”.

23-september-2016-dari-balik-layar

BAGIAN bawah box redaksi Tribun Medan yang membuat pemberitahuan: “Wartawan Tribun Medan selalu dibekali tanda pengenal dan tidak diperkenankan menerima/meminta apapun dari narasumber”. (FOTO: TRULY OKTO PURBA)

Kedua acuan dan pemberitahuan yang disampaikan di box redaksi Tribun Medan memberikan penegasan kepada siapapun, bahwa semua karyawan Tribun Medan tanpa terkecuali tidak diperbolehkan menerima atau meminta imbalan apapun dalam melaksanakan tugas-tugas jurnalistiknya.

Jika Anda merasa, melihat dan menduga ada jurnalis dan karyawan Tribun Medan yang meminta imbalan dari Anda sebagai balas jasa atas penerbitan liputan (berita) di Tribun Medan, maka Anda dapat melaporkannya ke kantor Redaksi Tribun Medan, di Jl. Wahid Hasyim No. 37 Medan, telp: 061-4574222. Kalaupun Anda ragu melapor ke kantor karena sesuatu hal, Anda bisa melapor ke saya ya. He…he…he…(*)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s