Honor Pertama dari Menulis

BAGAIMANA rasanya mendapatkan uang dari hasil kerja keras kita selama ini? Tentu rasa bangga yang berlipat-lipat dan kepuasaan yang tak bisa dinilai dengan satuan apapun. Hal itulah yang kualami pada Selasa (18/10/2016) malam lalu.

Ceritanya begini. Kebiasaanku yang paling utama saat sembari bekerja mengedit berita reporter di kantor adalah stalking media sosial di mana aku membuka akun yakni facebook, twitter dan instgram. Bekerja di industri media memang membuatku harus selalu mengaktifkan akun-akun media sosialku, karena memang banyak hal yang berkaitan dengan pekerjaanku di Tribun Medan selalu berhubungan dengan media sosial.

Malam itu, saat sedang asyik bekerja, aku melihat status dua mahasiswaku yang muncul di beranda instagram dan facebookku. Keduanya adalah Lelly Giawa dan Dheny Christine Manurung yang juga menjadi anggota Komunitas Veritas, sebuah kelompok kegiatan mahasiswa (KKM) di Unika Santo Thomas yang bergerak dalam aktivitas menulis dan meneliti.

Lewat akun instagram dan facebook mereka, Lelly dan Dheny memposting foto berupa uang satu lembar Rp 50 ribu dan satu lembar Rp 10 ribu. Semula aku tidak begitu paham apa maksud postingan tersebut. Tetapi setelah membaca keterangan foto, barulah aku mengerti. Senyumku mengembang sempurna begitu membaca utuh keterangan foto tersebut. Intinya adalah mereka mengungkapkan kebahagiaan mereka karena baru saja mengambil honorarium atas karya puisi mereka yang terbit di sebuah media cetak lokal terbitan Medan.

Aku bisa membayangkan seperti apa kebahagiaan mereka saat menerima honor tersebut. Sebuah kebahagiaan yang tentu saja tak ternilai harganya. “Kami sampai lompat-lompat di luar kantor koran itu setelah mengambil honor. Momen ini benar-benar bersejarah, “ kata Lelly padaku melalui fasilitas Messenger.

Meskipun tak melihat secara langsung seperti apa ekspresi mereka saat selesai mengambil honor, tapi aku bisa membaca seperti apa kegembiraaan mereka saat itu. Kenapa? Karena aku telah mengalaminya lebih dulu. Hampir 20 tahun lalu, atau  tahun 1997. Hari Rabu tanggal 12 Februari 1997, artikelku yang berjudul “Ada Kasih di hari Valentine” diterbitkan di rubrik Taman Remaja dan Pelajar (TRP) harian Analisa untuk pertama kalinya. Waktu itu aku masih duduk di kelas II SMA.

Setelah penerbitan artikel tersebut, aku semakin rajin menulis ke rubrik TRP. Aku tidak ingat tanggal pastinya kapan, tetapi beberapa bulan kemudian aku mendapat wesel pos dari Analisa berupa sejumlah uang sebagai honorarium atas tulisan-tulisanku yang terbit di rubrik TRP Analisa.

Begitu menerima wesel tersebut dari petugas Kantor Pos yang datang ke rumah dan melihat identitas si pengirim, aku langsung melompat-lompat kegirangan sambil berteriak kecil di halaman rumah. Si petugas Kantor Pos sampai terheran-heran melihatku.

Bagaimana perasaanku saat itu? Bangga, senang dan terharu. Pastilah. Siapa yang tak bangga, bisa mendapatkan uang sendiri dari kerja keras sendiri. Pasti seperti itulah perasan Lelly dan Dheny saat mereka menerima honor pertama dari tulisan-tulisan mereka tanggal 18 Oktober 2016 lalu. Sayang, waktu menerima honor pertama dulu, aku lalai di dokumentasi. Aku tidak memfotonya (karena waktu itu aku tak punya kamera) atau mencatatnya di catatan. Waktu itu juga belum ada facebook, instagram, line apalagi friendster. Jadi tak bisa posting-posting foto. He…he…he…

Teruntuk Lelly dan Dheny, selamat atas honor pertama kalian ya. Aku ikut senang. Kesibukan kalian selama ini belajar menulis di Veritas membuahkan hasil. Mungkin, honor yang kalian terima tidak besar. Tapi tentu saja ini tak melulu soal hasil, soal jumlah. Tetapi juga soal proses, setidaknya kalian tahu bagaimana caranya memanfaatkan hobi menjadi uang. Selamat ya, teruslah menulis dan menyebarkan kebaikan.(*)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s